Berbulan Dirawat Karena Serangan Air Keras, Aktivis Antikorupsi Ukraina Meninggal

Aktivis antikorupsi Kateryna Handziuk meninggal setelah berjuang melawan luka kritis akibat serangan air keras yang menimpanya pada Juli 2018.

BERITA , INTERNASIONAL

Senin, 05 Nov 2018 14:05 WIB

Author

Yogi Ernes

Berbulan Dirawat Karena Serangan Air Keras, Aktivis Antikorupsi Ukraina Meninggal

Kateryna Handziuk (Foto: Kateryna Handziuk Facebook)

KBR – Kateryna Handziuk (33), seorang aktivis antikorupsi dan penasihat politik Ukraina meninggal pada Minggu (4/11/2018) waktu setempat, setelah berjuang melawan luka kritis akibat serangan air keras yang menimpanya pada Juli lalu.

Handziuk menderita luka bakar parah hingga lebih dari sepertiga tubuh. Kondisi ini diterimanya setelah Handziuk disemprot dengan satu liter cairan asam di luar rumahnya di Kota Tenggara Kherson. Atas insiden tersebut, Handziuk tercatat 11 kali melakukan operasi di kota Kiev untuk menyembuhkan lukanya.

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko telah memerintahkan penegak hukum segera mengungkap dan mengungkap pelaku teror sekaligus pembunuh Handziuk.

Lima orang telah ditetepkan sebagai tersangka dalam kasus penyerangan terhadap Handziuk, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut mengenai aktor utama dari teror tersebut.

Para pegiat hak asasi manusia kecewa atas respons pemerintah yang dianggap lamban dalam menangani kasus yang menimpa aktivis antikorupsi ini. Juga, tindak lanjut terhadap serangan-serangan ke banyak aktivis lainnya.

"Situasinya semakin memburuk selama satu tahun terakhir. Banyak serangan yang berfokus pada identitas yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstrimis kanan terhadap kelompok LGBT. Tetapi sekarang kita melihat mereka mulai menyerang aktivis anti korupsi juga," terang Marya Guryeva selaku perwakilan Amnesty International Ukraina dikutip dari Al Jazeera, Senin (5/11/2018).

Kasus penyerangan terhadap Kateryna Handziuk menambah panjang daftar kekerasan terhadap aktivis sejak awal 2017. Tercatat ada 55 kasus serangan terhadap aktivis yang belum terselesaikan hingga sekarang.

Salah satu kasus kekerasan terbaru terjadi pada 4 Oktober lalu, di mana politikus sekaligus aktivis antikorupsi Sergiy Gusovsky disiram dengan antiseptik dan dipukuli di Dewan Kota Kiev setelah pidatonnya pada sebuah rapat umum.

Dalam sebuah laporan dari Al Jazeera, Gusovsky mengungkapkan, dirinya diserang setelah menentang pelbagai perjanjian investasi, serta memprotes pembangunan 25 gedung di Kiev’s Echo Park lantaran alasan ekologi.

"Jika serangan di dalam kota Kiev tidak dapat dihentikan, tidak mungkin untuk menjaga figur publik tetap aman. Orang-orang yang memerintahkan serangan-serangan ini tidak pernah dibawa ke pengadilan," kata Gusovsky.



Editor: Nurika Manan

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Ep.16 Good Pitch: Menggapai Bintang

Kabar Baru Jam 10

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8