Share This

Alasan Amnesty Internasional Cabut Pernghargaan untuk Suu Kyi

Seiring kekerasan militer yang terjadi di Myanmar, Suu Kyi dianggap tak lagi mampu mempertahankan nilai-nilai yang dulu pernah dibelanya.

INTERNASIONAL , BERITA

Selasa, 13 Nov 2018 19:45 WIB

Alasan Amnesty Internasional Cabut Pernghargaan untuk Suu Kyi

Aung San Suu Kyi (Foto: AFP Photo/Roslan Rahman)

KBR - Amnesty International resmi mencabut penghargaan di bidang kemanusiaan yang pernah diberikan ke Aung San Suu Kyi sembilan tahun silam, Senin (12/11/2018). Keputusan diambil setelah pihak Amnesty International menilai Suu Kyi telah berkhianat terhadap nilai-nilai yang dulu ia pegang.

Kekecewaan Amnesty International itu disampaikan Sekretaris Jenderal lembaga, Kumi Naidoo melalui keterangan tertulis seperti dikutip Time.

"Sebagai Duta dari Amnesty International, harapan kami adalah Anda akan terus menggunakan otoritas moral Anda untuk berbicara menentang ketidakadilan di mana pun Anda melihatnya, tidak hanya di Myanmar sendiri," tulis Kumi Naidoo seperti dikutip Time, Selasa (13/11/2018).

"Kami sangat kecewa bahwa Anda tidak lagi mewakili simbol harapan, keberanian, dan pembelaan kepada hak asasi manusiaā€¯, tambah Kumi.

Aung San Suu Kyi menerima penghargaan pada 2009 dari Amnesty International atas kerja memperjuangkan perdamaian tanpa kekerasan untuk demokrasi dan hak asasi manusia di Myanmar.

Tapi sejak Suu Kyi memimpin Myanmar pada 2016, banyak kalangan menilai pemerintahannya justru aktif terlibat pelbagai pelanggaran HAM, terutama yang menyangkut krisis Rohingya di negara itu. Beberapa laporan pemerhati kemanusiaan menunjukkan bahwa penanganan krisis Rohingya oleh Suu Kyi dengan kekuatan militer, disinyalir bisa dikategorikan sebagai genosida.

Setidaknya, sekitar 700.000 anggota minoritas Muslim Rohingya di Myanmar yang teraniaya.

Meski banyak laporan tindak pemerkosaan, pembunuhan di luar hukum, serta pembakaran pemukiman etnis Rohingnya di Myanmar oleh militer, Aung San Suu Kyi tetap berpegang teguh mendukung kebijakan tersebut.

Pernyataan sikap Amnesty International juga mengkritik Suu Kyi karena mendukung undang-undang represif yang telah mengikis kebebasan berkspresi di Myanmar. Termasuk, dukungan Suu Kyi terkait penahanan dua wartawan Reuters yang sedang melakukan investigasi terkait pembantaian Rohingnya.

"Kami akan terus berjuang demi keadilan dan hak asasi manusia di Myanmar, dengan atau tanpa dukungannya," seru Amnesty International.

Baca juga:





Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.