19 Pelaku Penyerangan Bus di Mesir Tewas dalam Baku Tembak

Sebelumnya, pada Jumat (2/11/2018) orang-orang bersenjata menembaki tiga bus yang membawa umat Kristen Koptik setelah mereka meninggalkan Biara Saint Samuel. Insiden itu menyebabkan tujuh orang tewas.

BERITA , INTERNASIONAL

Senin, 05 Nov 2018 21:56 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

19 Pelaku Penyerangan Bus di Mesir Tewas dalam  Baku Tembak

Para pelayat pada Sabtu (3/11/2018) menghadiri pemakaman orang-orang Kristen Koptik yang terbunuh ketika orang-orang bersenjata menyerang sebuah bus di Mesir tengah. (Mohamed Abd El Ghany / Reuters)

KBR - Sebanyak 19 tersangka dalam serangan terhadap umat Kristen Koptik di Minya tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan Mesir. Pernyataan itu disampaikan perwakilan Kementerian Dalam Negeri Mesir pada Minggu (4/11/2018).

Kementerian itu menyatakan para tersangka tewas dalam baku-tembak di gurun barat provinsi Minya, setelah pasukan keamanan mengejar mereka. Tidak disebutkan kapan baku tembak terjadi.

Sebelumnya, pada Jumat (2/11/2018) orang-orang bersenjata menembaki tiga bus yang membawa umat Kristen Koptik setelah mereka meninggalkan Biara Saint Samuel. Insiden itu menyebabkan tujuh orang tewas dan 19 orang terluka.

Dilansir dari CBC, Aida Shehata--yang ditembak di kakinya--mengatakan pria bertopeng menembaki tiga bus dari berbagai arah. Dua bus mampu melaju dan mencapai biara, tetapi para militan menghentikan bus ketiga dan membunuh pengemudi dan enam penumpang. Menurut Ahram Online, enam korban tewas berasal dari keluarga yang sama.

Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan Minya tersebut, meskipun tidak memberikan bukti keterlibatannya.

"Penyergapan yang menargetkan sebuah bus yang membawa orang Kristen Koptik, di jalan menuju Biara Santo Samuel di Minya, dilakukan oleh para pejuang negara Islam," kata  sebuah pernyataan yang diterbitkan agensi media Amaq yang berafiliasi dengan ISIS. Pernyataan tersebut diterbitkan oleh beberapa saluran ISIS di sebuah aplikasi perpesanan, Telegram.

Departemen Luar Negeri AS mengutuk serangan itu dalam sebuah pernyataan pada Jumat (2/11/2018).

"Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga korban yang tidak bersalah ini," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert, dilansir dari CNN. 

"Kami tetap teguh dalam dukungan kami terhadap upaya Mesir untuk memerangi terorisme dan kekerasan terhadap komunitas agama," tambah Heather Nauert.

Tahun lalu, setidaknya 28 orang tewas ketika orang-orang bersenjata yang mengenakan seragam dan penutup wajah menembaki sebuah bus yang membawa orang Kristen Koptik ke sebuah biara.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.