Presiden Tiongkok Mulai Kehabisan Kesabaran Hadapi Demonstran Hong Kong

KBR - Di Hong Kong, demonstran bertekad melanjutkan protes di jalan-jalan sementara sejumlah tokoh pro-demokrasi berjanji menyerahkan diri kepada polisi sebagai bentuk penghormatan terhadap hukum di sana.

INTERNASIONAL

Jumat, 14 Nov 2014 06:34 WIB

Author

VoA

Presiden Tiongkok Mulai Kehabisan Kesabaran Hadapi Demonstran Hong Kong

hong kong, china

KBR - Di Hong Kong, demonstran bertekad melanjutkan protes di jalan-jalan sementara sejumlah tokoh pro-demokrasi berjanji menyerahkan diri kepada polisi sebagai bentuk penghormatan terhadap hukum di sana.

Presiden Tiongkok Xi Jinping Rabu (11/11) kemarin menyebut demonstrasi saat ini di Hong Kong illegal. Komentar tersebut adalah petunjuk terbaru bahwa kesabaran Tiongkok kian menipis menghadapi gelombang demonstrasi itu.

Di kalangan demonstran, ada kecemasan pihak berwenang akan mulai menerapkan perintah pengadilan untuk mengosongkan lokasi-lokasi protes dalam beberapa hari mendatang.

Pa Sha, seorang demonstran dari LSM Socialist Action, berada di tenda demonstran di Hong Kong tengah. Katanya, demonstrasi akan berlanjut bahkan jika polisi berhasil mengosongkan jalan-jalan.
 
"Mungkin akan ada penurunan jumlah massa, tetapi pada akhirnya gerakan ini akan mencuat lagi. Seperti saya katakan, mungkin kembali mencuat ketika  dewan legislatif melakukan voting berikutnya tentang reformasi pemilu," kata Pa Sha.

Terlepas dari apapun yang terjadi dalam beberapa hari mendatang, para aktivis pro-demokrasi di Hong Kong mengatakan siap melanjutkan gerakan itu hingga tahun depan ketika parlemen Hong Kong membahas proposal Tiongkok mengenai reformasi pemilu.

Emily Lau, anggotaparlemendariPartaiDemokrat, mengatakan:
 
"Pemerintah belum mengatakan kapan akan mengajukan proposal itu untuk dibahas. Mungkin musim semi atau musim panas tahun depan, jadi masih lama,” kata Anggota Parlemen Partai Demokrat Myanmar, Emily Lau.

Sebuah jajak pendapat Universitas Hong Kong minggu ini mengindikasikan 70 persen demonstran yakin protes tersebut harus dilanjutkan. Sedangkan 79 persen warga Hong Kong yang non-demonstran berpendapat para aktivis itu sebaiknya menyudahi protes.

Lau mengatakan skala gerakan demonstrasi itu melampaui perkiraan awal pemerintah atau bahkan para demonstran itu sendiri. Ia mengatakan tindakan keras polisi sebelumnya yang menggunakan gas airmata terhadap demonstran malah membuat ratusan ribu orang lainnya ikut bergabung dalam protes tersebut, sehingga memperbesar kemungkinan bentrok di masa depan.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kerusuhan Lapas Diduga Dipicu Praktik Diskriminasi