PBB: Hampir Seribu Orang Tewas Sejak Gencatan Senjata di Ukraina

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan hampir seribu orang tewas sejak gencatan senjata di timur Ukraina. Dalam sebuah pernyataanya, Kantor Hak Asasi Manusia PBB menyatakan, rata-rata 13 orang tewas setelah gencatan senjata 5 September lalu itu.

INTERNASIONAL

Jumat, 21 Nov 2014 06:05 WIB

Author

Anto Sidharta

PBB: Hampir Seribu Orang Tewas Sejak Gencatan Senjata di Ukraina

PBB, Seribu Orang Tewas, Ukraina

KBR – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan hampir seribu orang tewas sejak gencatan senjata di timur Ukraina. Dalam sebuah pernyataanya, Kantor Hak Asasi Manusia PBB menyatakan, rata-rata 13 orang tewas setelah gencatan senjata 5 September lalu itu.

“Delapan minggu sejak gencatan senjata mulai berlaku, 957 orang tewas di tengah terus terjadinya pelanggaran di kedua pihak,” ungkap pernyataan itu.

Lembaga ini menyatakan, kota yang dikuasi pemberontak yakni Donetsk  dan Luhanks terjadi kerusakan hukum dan ketertiban secara total. Kantor HAM PBB juga menyatakan ada pelanggaran serius oleh pasukan pemerintah.

Perdana Menteri Ukraina, Arseny Yatseniuk, pada hari Kamis (20) waktu setempat, menuduh Rusia sengaja “memancing perang skala besar". Tindakan Presiden Rusia Vladimir Putin, menurutnya mengancam perdamaian global.

Secara terpisah, Presiden Lithuania, Dalia Grybauskaite, negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan anggota Uni Eropa, menggambarkan Rusia sebagai "negara teroris".

Rusia selama ini kerap dituduh mengipasi kekerasan dengan diam-diam memasok pemberontak dengan bantuan militer. Namun, tuduhan-tuduhan itu dibantah Presiden Putin.

Menurut Putin, gelombang kekerasan yang disebut “revolusi warna" (pemberontakan di Ukraina, Georgia dan Kyrgyzstan) sebagai "konsekuensi tragis".

"Bagi kami ini adalah pelajaran dan peringatan," katanya kepada Dewan Keamanan Rusia. "Kita harus melakukan segala sesuatu yang diperlukan sehingga tidak ada yang serupa pernah terjadi di Rusia." (BBC)



Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10