Muslim, Kristen & Yahudi Bersatu Kutuk Kekerasan ISIS

KBR - Pemimpim Musilim, Kristen dan Yahudi kompak mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan kelompok Negara Islam atau ISIS. Kekompakan itu disuarakan dalam pertemuan antar agama yang bertujuan untuk mempromosikan toleransi di Vienna, Rabu (19/11) waktu sete

INTERNASIONAL

Kamis, 20 Nov 2014 10:18 WIB

Muslim, Kristen & Yahudi Bersatu Kutuk Kekerasan ISIS

ISIS, toleransi

KBR - Pemimpim Musilim, Kristen dan Yahudi kompak mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan kelompok Negara Islam atau ISIS. Kekompakan itu disuarakan dalam pertemuan antar agama yang bertujuan untuk mempromosikan toleransi di Vienna, Rabu (19/11) waktu setempat.

Menurut mereka aksi ISIS sudah memperpecah persatuan agama di dunia. Terutama menyebabkan timbul rasa takut dengan muslim, di Irak dan Suriah.

Sekjen Liga Muslim Dunia, Abdullah bin Abdulmuhsen Al Turki menjelaskan tidak ada kelompok muslim murni yang bergabung dengan gerakan ISIS. Jika ada yang menamakan kelompok muslim gabung ke ISIS, itu palsu.

"Beberapa organisasi yang berafiliasi dengan Islam sedang melakukan beberapa tindakan atas nama jihad. Ini bukan Islam sama sekali," kata Abdullah seperti dilansir Reuters.

ISIS juga menyebabkan timbulnya faksi-faksi di Timur Tengah. Namun itu dibantah oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Nizar bin Obaid Madani. "Yang menggunakan terorisme dan kekerasan atas nama agama. Mereka mendatangkan malapetaka. Mereka membunuh dan menghancurkan segala sesuatu," kata Menlu Nizar.

Dialog toleransi itu digelar Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdulaziz. Acara itu bertajuk 'International Centre for Interreligious dan Dialog Antarbudaya (KAICIID)'. Semua biaya ditanggung kerajaan.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi