Bagikan:

Ebola, Bank Dunia Minta Asia Kirim Tenaga Medis ke Afrika Barat

KBR - Bank Dunia mendesak negara-negara di Asia untuk mengirimkan tenaga kesehatan ke Afrika Barat. Pengiriman ini untuk mengatasi korban manusia yang terjangkit ebola.

INTERNASIONAL

Selasa, 04 Nov 2014 18:33 WIB

Ebola, Bank Dunia Minta Asia Kirim Tenaga Medis ke Afrika Barat

Ebola, menkes, liberia

KBR - Bank Dunia mendesak negara-negara di Asia untuk mengirimkan tenaga kesehatan ke Afrika Barat. Pengiriman ini untuk mengatasi korban manusia yang terjangkit ebola.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim menjelaskan tenaga medis yang dikirimkan harus yang terlatih. Dia mengatakan fokus pengiriman itu untuk mencegah dan menghentikan penyakit ebola di perbatasan Afrika Barat.

"Saya menyerukan negara-negara di Asia untuk menawarkan tenaga kesehatan terlatih sekarang untuk membantu menghentikan Ebola pada sumbernya," kata Kim di Korea Selatan, Selasa (4/11).

Seperti dilansir AFP, beberapa negara Asia yang sudah mengirimkan tim medisnya adalah Korsel, Tiongkok, dan Jepang. Mereka juga mengirimkan banyak peralatan medis. Kim menyindir banyak negara di Asia yang mengklaim membantu dana, namun tidak langsung mengirimkan tenaga medis.

"Fokus hanya pada pengawasan perbatasan bukanlah jawaban yang tepat. Dunia harus memadamkan api karena jika tidak Ebola dapat menyebar ke negara manapun, termasuk yang di Asia," kata Kim.

Sebelumnya Bank dunia telah memberikan peringatan ekonomi atas kerugian ebola. Wabah ini telah menewaskan 5.000 orang. Organisasi Kesehatan Dunia, sejauh ini tercatat lebih dari 13.000 kasus tetapi mengakui jumlah sebenarnya bisa bisa jauh lebih tinggi.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua