2 Warga Palestina Serang Perempuan Israel

KBR - Dengan menggunakan pisau, 2 orang warga Palestina, Senin (10/11) melakukan serangan di Israel. Serangan itu menewaskan seorang perempuan muda.

INTERNASIONAL

Selasa, 11 Nov 2014 07:50 WIB

Author

VoA

2 Warga Palestina Serang Perempuan Israel

palestina, swedia, israel

KBR - Dengan menggunakan pisau, 2 orang warga Palestina, Senin (10/11) melakukan serangan di Israel. Serangan itu menewaskan seorang perempuan muda.

Sementara seorang tentara dalam kondisi kritis akibat luka-lukanya. Itu adalah aksi kekerasan terbaru terkait ketegangan mengenai tempat suci di Yerusalem bagi Muslim dan Yahudi.

Penusukan itu menuai reaksi marah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia mengatakan, demonstran Arab yang berniat melakukan kekerasan terhadap orang Israel harus pindah ke daerah-daerah kantong warga Palestina di Tepi Barat atau Jalur Gaza.

"Percayalah, kami tidak akan menyulitkan langkah Anda," jelas Netanyahu seperti dilansir VoA.

Seorang penyerang Palestina melompat keluar dari mobil di luar halte bus di permukiman di Tepi Barat dan menikam tiga orang, menewaskan seorang perempuan Israel dan melukai dua lainnya. Seorang penjaga keamanan menembak tewas penyerang itu.

Sebelumnya seorang remaja Palestina menikam seorang prajurit muda Israel di luar stasiun kereta di Tel Aviv. Pihak berwenang menangkap penyerang itu tidak lama kemudian dan menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan teror.

Kekerasan di Israel meningkat dalam beberapa hari ini karena ketegangan terkait akses ke Masjid Al Aqsa, yang merupakan tempat suci ketiga umat Islam setelah dua masjid lain di Arab Saudi. Orang Israel menganggap di tempat itu dulu berdiri tempat ibadah bagi orang Yahudi.

Netanyahu mengatakan ia tidak berencana mengubah aturan beribadah di lokasi itu. Tetapi serangan orang Palestina terhadap warga Israel meningkat dalam beberapa hari ini.

Protes dengan melempar batu meletus di beberapa kota Arab setelah polisi membunuh seorang pemuda Arab yang menyerang mereka. Pemimpin Israel itu hari Minggu mengatakan ia tidak akan menolerir bendera Hamas atau Negara Islam berkibar di kota-kota Israel.

Baginya, itu berarti demonstran menyerukan penghancuran Israel. Ia menyampaikan kemungkinan mencabut kewarganegaraan Israel bagi demonstran yang melakukan hal itu.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pengelolaan Sisa Anggaran Lebih Kembali Disorot