Umur 8 Tahun, Gadis Cilik Ini Sudah Menjanda

KBR68H- Fatima Mangre, gadis berusia 8 tahun ini menjadi orang termuda yang pernah bercerai di India. Fatima sebelumnya dinikahkan oleh ayahnya saat masih berusia 4 tahun degan suaminya Arjun Bakridi yang kala itu masih 10 tahun. Setelah menikah mereka t

INTERNASIONAL

Rabu, 20 Nov 2013 14:58 WIB

Author

Suryawijayanti

Umur 8 Tahun, Gadis Cilik Ini Sudah Menjanda

pernikahan dini, india, Fatima Mangre

KBR68H- Fatima Mangre, gadis berusia 8 tahun ini menjadi orang termuda yang pernah bercerai di India. Fatima sebelumnya dinikahkan oleh ayahnya saat masih berusia 4 tahun  degan suaminya Arjun Bakridi yang kala itu masih 10 tahun. Setelah menikah mereka tidak tinggal serumah, baru 4 tahun kemudian, sang suami hendak mengambil istrinya.

Sadar akan keputusannya yang salah, sang ayah, Anil menolak menyerahkan putrinya. Dia berharap menantunya menunggu hingga Fatima berusia 18 tahun.

"Saya menyadari bahwa pernikahan dini ini salah, dia masih harus merasakan masa kanak-kanak, dan menjadi tugas saya untuk memastikan hal tersebut,"ujar Anil yang tinggal di distrik Shravasti,  negara bagian Uttar Pradesh.

Namun ayah dari Arjun, Dipak menolak keputusan tersebut, dan perselisihan pecah setelah Anil mengajukan gugatan cerai untuk putrinya. Meski akhirnya, pernikahan itu berujung pada perceraian, pemerintah negara bagian India telah menyerukan penyelidikan atas insiden itu. Sementara itu, Komisi Nasional Perempuan di New Delhi menuntut rincian perceraian dan mengancam tindakan orangtua atas pernikahan dini ini.

"Ini adalah skandal, kita perlu rincian lebih lanjut sebelum mengambil tindakan. Ayah gadis itu harus menjawab mengapa ia menikahkan putrinya pada usia empat tahun dan ayah pengantin laki-laki itu harus menjawab mengapa dia setuju dan kemudian menuntut gadis itu ketika dia berumur hampir delapan tahun,"ujar anggota Komisi, Nirmala Samat.

Ayah Fatima yang minta diampuni berdalih bahwa keputusan untuk menikahkan anaknya, karena tekanan sosial. Namun, dia telah mengakui kesalahannya.
 
"Saya sudah mengakui kesalahan saya. Ini akibat tekanan sosial yang tinggi di desa kami. Tapi pernikahan telah dibatalkan. Saya telah mengakui itu salah,"katanya dalam sebuah catatan tulisan tangan.

"Saya sekarang ingin membuat hal yang benar. Saya ingin memberikan putriku masa kecil yang baik. Saya akan melakukan segalanya untuk melindunginya,"tambah dia. (Dailymail)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perkara Anak Tersangka Kerusuhan 22 Mei Diminta Diselesaikan di Luar Pengadilan