Pakai Burka, Tersangka Teroris Lolos dari Pengawasan Polisi London

KBR68H- Tersangka teroris luput dari pengawasan polisi setelah diketahui berpakaian tertutup dengan burka. Mohammed Ahmed Mohamed , 27 , memasuki sebuah masjid di London, Jumat berpakaian sebagai seorang pria , tetapi meninggalkan masjid denngan mengenaka

INTERNASIONAL

Selasa, 05 Nov 2013 11:53 WIB

Author

Suryawijayanti

Pakai Burka, Tersangka Teroris Lolos dari Pengawasan Polisi London

Burka, Teroris, London, Mohammed Ahmed Mohamed

 KBR68H- Tersangka teroris luput dari pengawasan polisi setelah diketahui berpakaian tertutup dengan burka. Mohammed Ahmed Mohamed , 27 ,memasuki sebuah masjid di London, Jumat berpakaian sebagai seorang pria , tetapi meninggalkan masjid denngan mengenakan burqa, jilbab yang menutupi seluruh wajah dan tubuh .

Pria kelahiran Somalia itu berada di bawah perintah pengadilan dalam pengawasan ketat atas gerak geriknya.Pemerintah Inggris menghubungkan dia dengan al - Shabab,  afiliasi kelompok teroris al- Qaeda yang menyerang pusat perbelanjaan Kenya pada bulan September .

Pembatasan , yang dikenal sebagai Pencegahan Terorisme dan Tindakan Investigasi , digunakan untuk mengawasi tersangka di mana tidak ada cukup bukti untuk mengadili mereka di pengadilan. Laporan media Inggris mengatakan bahwa Mohamed menghadiri kamp pelatihan teror pada 2008 dan berjuang di garis depan di Somalia. Dia juga memainkan peran dalam merencanakan serangan di negara Afrika dan luar negeri .

Tekanan meningkat pada pemerintah Inggris untuk menjelaskan  kasus ini. Pelabuhan dan perbatasan dalam kondisi siaga, dan pejabat kontra terorisme telah mengimbau kepada masyarakat untuk membantu melacak Mohamed. Paspor Mohamed telah disitia dan dipasang tag elektronik sebagai bagian dari pembatasan dan pengawasan. Tidak jelas apakah ia telah merusak penanda elektronik tersebut. (ABC)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Aktif di Dunia Maya, Perempuan Rentan Radikal

Mau Lawan Bullying? Mari Kembali ke Keluarga

Kabar Baru Jam 18