Bagikan:

KBRI Gagal Masuk Lokasi Bentrokan di Yaman

KBR68H, Jakarta - Pemerintah Indonesia masih menyelidiki penyebab kematian Warga Negara Indonesia asal Bojonegoro, Jawa Timur di Yaman. Raffi tewas dalam peperangan antaretnis di Yaman. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian L

INTERNASIONAL

Sabtu, 30 Nov 2013 21:22 WIB

KBRI Gagal Masuk Lokasi Bentrokan di Yaman

Yaman, KBRI, WNI, bentrokan, internasional

KBR68H, Jakarta - Pemerintah Indonesia masih menyelidiki penyebab kematian Warga Negara Indonesia asal Bojonegoro, Jawa Timur di Yaman.

Raffi tewas dalam peperangan antaretnis di Yaman. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Tatang Budi Utama Razak mengatakan, Raffi yang berstatus mahasiswa saat ini sudah dikebumikan di Dammaj atas izin keluarga.

Sampai saat ini pemerintah Indonesia belum berhasil masuk lokasi bentrok untuk mengamankan WNI lainnya.

"Ada satu warga Indonesia yang meninggal dunia, saudara Raffi dari Jawa Timur. Beberapa lainnya luka-luka, Namun KBRI sampai saat ini belum bisa masuk ke wilayah tersebut karena tidak izinkan, karena situasinya masih memanas. Berdasarkan catatan kita dia adalah mahasiswa di perguruan tinggi di Dammaj," kata Tatang kepada KBR68H.

Pekan lalu Raffi tewas dalam peperangan antaretnis di Yaman. Bentrokan senjata terjadi antara kelompok Syiah Houthi dan kaum Sunni Salafi di Dammaj, Yaman.

Selain Rafii, beberapa WNI lainnya juga menjadi korban dalam pertempuran itu.


KBRI di Sanaa, Yaman, sudah menghubungi kembali WNI di Dammaj dan meminta kesediaan mereka untuk diungsikan dari tempat itu.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7