Kamerun Dilanda Wabah Malaria, Rumah Sakit Overkapasitas

KBR68H, Washington - Merebaknya wabah malaria kota Maroua, di ujung utara Kamerun, telah mengakibatkan kematian ratusan orang. Lebih dari 10.000 orang telah dirawat karena penyakit ini bulan lalu, mengakibatkan kapasitas rumah-rumah sakit daerah dan kl

INTERNASIONAL

Kamis, 07 Nov 2013 07:56 WIB

Author

Eva Mazrieva

Kamerun Dilanda Wabah Malaria, Rumah Sakit Overkapasitas

kamerun, malaria, rumah sakit

KBR68H, Washington - Merebaknya wabah malaria kota Maroua, di ujung utara Kamerun, telah mengakibatkan  kematian ratusan orang.  Lebih dari 10.000 orang telah dirawat karena penyakit ini bulan lalu, mengakibatkan  kapasitas rumah-rumah sakit daerah dan klinik kewalahan. 

Radio pemerintah Kamerun memberitakan jumlah penderita malaria di wilayah utara tidak pernah mencapai lonjakan seperti tiga minggu terakhir

Berita yang disiarkan mengatakan bahwa rumah - rumah sakit di ujung utara Kamerun mengalami masalah dalam menangani kasus malaria dalam jumlah besar.

Menurut statistik dari distrik kesehatan kota Maroua, sepuluh rumah sakit di  wilayah itu telah merawat lebih dari 10.000 pasien malaria dalam 21 hari terakhir.  Data mengenai berapa banyak yang dirawat di rumah sakit swasta dan rumah sakit misionaris tidak tersedia.

Palai Monique, seorang perawat penyakit anak di RS Daerah Maroua, mengatakan kepada VOA situasinya telah mengkhawatirkan.

Dia mengatakan semua bangsal-bangsal di rumah sakit telah dipadati oleh pasien-pasien dan banyak korban malaria  adalah anak-anak.  Dia mengatakan banyak anak telah meninggal segera setelah tiba di rumah sakit.

Surat kabar-surat kabar lokal melaporkan bahwa setidaknya seribu orang telah meninggal, sementara radio pemerintah  menyebut angka sekitar 600.

Dr Etienne Fonjo, sekretaris program anti malaria Kamerun, mengakui bahwa angka kematian anak telah meningkat sebagai akibat dari meluasnya wabah malaria.

WHO  memperingatkan bahwa menunggu enam jam untuk pengobatan bisa berarti kematian seorang anak yang menderita  malaria.  Minggu-minggu pertama musim kemarau di Maroua adalah juga masa di mana kasus malaria meningkat. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18