Belgia Pertimbangkan Euthanasia untuk Anak-Anak

KBR68H- Pemerintah Belgia tengah merancang aturan baru yang memungkinkan anak-anak diberikan hak untuk mengakhiri hidup mereka sendiri. Belgia menjadi pelopor euthanasia dan melegalkan praktik untuk orang dewasa pada tahun 2002.

INTERNASIONAL

Jumat, 01 Nov 2013 11:16 WIB

Author

Suryawijayanti

Belgia Pertimbangkan Euthanasia untuk Anak-Anak

Belgia, Euthanasia, Anak-Anak

KBR68H- Pemerintah Belgia tengah merancang aturan baru yang memungkinkan anak-anak diberikan hak untuk mengakhiri hidup mereka sendiri. Belgia menjadi pelopor euthanasia dan melegalkan praktik untuk orang dewasa pada tahun 2002. Euthanasia selama ini dilegalkan  bagi orang-orang di atas usia 18 di negara ini.

Para advokat berpendapat bahwa eutanasia untuk anak-anak dengan persetujuan dari orang tua mereka perlu untuk memberikan keluarga pilihan dalam situasi yang sangat menyakitkan. Tapi pihak oposisi mempertanyakan apakah anak-anak dapat memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka sendiri.  Aturan ini juga mendapatkan tentangan dari kalangan agama.

"Sungguh aneh bahwa anak-anak yang dianggap secara hukum tidak kompeten di bidang utama, seperti menikah, tapi mungkin ( bisa ) memutuskan untuk mati," ujar Uskup Agung Katolik Andre - Joseph Leonard.

Dalam dekade terakhir, jumlah kasus yang dilaporkan per tahun telah meningkat dari 235 kematian pada 2003 menjadi 1.432 pada tahun 2012. Dokter biasanya memberikan pasien obat penenang sebelum menyuntikkan obat lain untuk menghentikan denyut hati mereka .
 
Beberapa negara juga telah mengabulkan keinginan mereka yang ingin mengakhiri hidupnya, seperti Belanda, Luxemborg, Swiss dan Belanda. Di Belanda, euthanasia adalah legal dalam keadaan tertentu dan untuk anak di atas usia 12 dengan izin orang tua. Ada pemahaman bahwa bayi juga bisa eutanasia dan dokter tidak akan dituntut jika mereka bertindak dengan tepat. (dailymail)
 
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Tingginya Kasus Positif COVID-19 pada Anak

Cegah Krisis Pangan di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Covid-19, IDAI Ungkap Kematian Anak Capai Ribuan Perminggu