13 Juta Warga Filipina Terkena Dampak Badai Super Haiyan

KBR68H, Washington - Badan Urusan Kemanusiaan PBB

INTERNASIONAL

Selasa, 19 Nov 2013 09:23 WIB

Author

Zulfian Bakar

13 Juta Warga Filipina Terkena Dampak Badai Super Haiyan

badai haiyan, filipina, bantuan

KBR68H, Washington - Badan Urusan Kemanusiaan PBB – UNOCHA – mengatakan hampir 13 juta orang terkena dampak badai super Haiyan yang menghantam kawasan di Filipina Tengah.

Dalam penjelasan singkat di Manila, juru bicara Badan PBB Urusan Koordinator Masalah Kemanusiaan UNOCHA Orla Fagan mengatakan, sejak hantaman badai 11 hari lalu, lebih banyak bantuan kini diterima warga.  Tetapi ini masih merupakan tugas yang sangat besar.

 “Ini sangat luar biasa. Ada sekitar 10-12 juta orang yang harus dibantu.  Jumlah ini sama dengan jumlah penduduk Belgia.  Ini benar-benar upaya kolosal dan setiap orang bekerja habis-habisan,”ujarnya.

PBB menyampaikan tiga keprihatinan terhadap infrastruktur utama yang mengganggu operasi penyelamatan dan pemulihan yaitu kurangnya aliran listrik, buruknya komunikasi dan parahnya kondisi jalan sehingga sulit memperoleh BBM.

Menurut data terbaru dari kantor Pertahanan Sipil Filipina, lebih dari sepuluh propinsi masih mengalami pemadaman listrik. Pulau Leyte dan Samar in bagian timur masih gelap gulita. Pemerintah harus memperbaiki – atau dalam beberapa hal mengganti – sekitar 570 menara transmisi listrik yang roboh dan tujuh stasiun pembantu.

Sejumlah jalan telah dibersihkan dari reruntuhan dan jalan-jalan raya umumnya bisa dilalui truk-truk berat.

Cara utama pemerintah Filipina mendistribusikan bantuan pangan ke kota-kota yang paling parah dilanda badai di Leyte dan Samar adalah lewat jalan darat.  Tetapi ketika produksi paket-paket pangan di Manila meningkat pada akhir pekan lalu, jelas tampak kurangnya sarana transportasi untuk mengirim bantuan tersebut.

Menteri Urusan Transportasi Filipina Joseph Emilio Abaya mengatakan tidak cukup truk untuk melakukan empat perjalanan bolak-balik guna memenuhi rencana pemerintah untuk mengirim bantuan pangan bagi 150 ribu keluarga setiap hari.  Ia mengatakan pemerintah kini beralih melakukan pengiriman dengan kontainer dengan menggunakan kapal-kapal yang bersandar di dermaga-dermaga Manila.

Kepala Badan PBB Urusan Pengungsi UNHCR di Filipina Bernard Kerblat hari Senin mengatakan masalah distribusi bantuan masih belum terpecahkan.  Ia menambahkan beberapa badan masih menghadapi masalah koordinasi dengan bantuan internasional yang menurutnya lambat bergerak di luar propinsi Cebu di Filipina Tengah, Cebu telah dijadikan sebagai lokasi pusat bantuan internasional.(VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Pandemi dan Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menanti Perhatian pada Kesehatan Mental Pelajar

Kabar Baru Jam 10