Tingkatkan Pariwisata, Jepang Akan Perkenalkan Visa Elektronik

Visa elektronik dirancang untuk menyederhanakan proses aplikasi, mengurangi beban kerja di misi diplomatik, dan memperketat kontrol imigrasi menjelang Olimpiade Tokyo 2020

BERITA , INTERNASIONAL

Senin, 15 Okt 2018 21:19 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Tingkatkan Pariwisata, Jepang Akan Perkenalkan Visa Elektronik

Wisatawan China berbelanja di sebuah toko di Tokyo pada Oktober tahun lalu. (Foto: Japan Times / KYODO)

KBR - Pemerintah Jepang berencana memperkenalkan sistem visa elektronik pada April 2020 mendatang. Visa elektronik ini bertujuan mendukung tercapainya 60 juta turis asing per tahun pada 2030. Hal ini karena pemerintah Jepang ingin meningkatkan pariwisata sebagai pilar strategi pertumbuhannya.

Selain itu, visa elektronik dirancang untuk menyederhanakan proses aplikasi, mengurangi beban kerja di misi diplomatik, dan memperketat kontrol imigrasi menjelang Olimpiade Tokyo 2020.

Dilansir dari Japan Times, Kementrian Luar Negeri Jepang mengatakan, visa wisatawan Cina menyumbang hampir 60 persen dari semua visa yang dikeluarkan pada 2017. Oleh karena itu sistem visa elektronik pertama kali akan tersedia bagi wisatawan Cina untuk visa single-entry. Kemudian, disusul dengan wisatawan dari negara lain.

Para wisatawan dapat mengajukan permohonan visa secara online melalui agen perjalanan.

Jepang memiliki rekor 28,7 juta pengunjung asing pada 2017. Angka itu meningkat 19,3% dari tahun sebelumnya, dan belanja mereka tahun lalu naik 17,8% dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, yaitu mencapai 4,42 triliun yen alias Rp600 triliun. Sebagai bagian dari strateginya, Jepang mengurangi persyaratan visa dan meningkatkan jumlah maskapai penerbangan berbiaya rendah guna meningkatkan sektor pariwisata. 

Meski begitu, Jepang juga harus menghadapi dampak dari berbagai bencana alam, termasuk gempa besar di Hokkaido dan hujan deras di bagian barat Jepang, yang dapat meredam angka wisatawan.

Cina telah mewakili bagian terbesar wisatawan asing ke Jepang, berdasarkan negara dan wilayah. Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan pandangan orang-orang Cina terhadap Jepang telah meningkat setelah bertahun-tahun buruknya hubungan atas sebuah baris teritorial dan sejarah masa perang.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

News Beat

Kabar Baru Jam 7