Testimoni Keluarga dan Kawan Setelah Kepergian Pendiri Microsoft Paul Allen

"Saya sedih dengan meninggalnya salah satu teman saya yang tertua dan tersayang, Paul Allen," kata pendiri Microsoft, Bill Gates dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Verge.

BERITA | INTERNASIONAL

Selasa, 16 Okt 2018 13:36 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Testimoni Keluarga dan Kawan Setelah Kepergian Pendiri Microsoft Paul Allen

Salah satu pendiri Microsoft, Paul Allen. (Foto: Mark Wilson/Getty Images)

KBR - Miliarder sekaligus salah satu pendiri perangkat lunak Microsoft, Paul Allen meninggal pada usia ke-65 tahun, Senin (15/10/2018) waktu setempat. Menurut pernyataan anggota keluarga, ia mengidap limfoma non-Hodgkin, yaitu kanker yang mempengaruhi sel-sel darah putih.

"Saudaraku adalah seorang individu yang luar biasa. Sementara kebanyakan tahu Paul Allen sebagai teknolog dan filantropis, bagi kami dia adalah seorang saudara dan paman yang sangat dicintai, dan seorang teman yang luar biasa," kata Jody, saudara perempuan Allen dikutip dari AFP, Selasa (16/10/2018).

Rekan seperjuangannya, Bill Gates juga tengah berduka karena kepergian Allen. "Saya sedih dengan meninggalnya salah satu teman saya yang tertua dan tersayang, Paul Allen," kata pendiri Microsoft, Bill Gates dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Verge.

"Paul adalah mitra sejati dan teman baik. Komputasi pribadi tidak akan ada tanpa dia," sambung Bill Gates.

Allen dan Gates pertama kali bertemu pada 1968 saat menempuh masa SMA di sebuah sekolah swasta di Seattle. Kemudian keduanya mendirikan Microsoft pada 1975.

Dilansir dari Reuters, sebelum Microsoft merajai bisnis perangkat lunak, Allen memilih untuk meninggalkan perusahaan yang ia dirikan pada 1983, karena perselisihan dengan Gates dan setelah didiagnosis mengidap kanker. Tetapi ia tetap menjadi anggota dewan dengan perusahaan sampai 2000.

CEO Microsoft, Satya Nadella mengatakan, kontribusi Allen sangat penting. "Sebagai salah satu pendiri Microsoft, dengan caranya sendiri yang tenang dan gigih, ia menciptakan produk, pengalaman, dan lembaga magis, dan dengan demikian, ia mengubah dunia," kata Nadella.

Bersama saudara perempuannya, Jody Allen pada 1986, Paul Allen mendirikan Vulcan--perusahaan investasi yang mengawasi bisnis dan usaha filantropisnya.

Ia mendirikan Allen Institute for Brain Science dan perusahaan aerospace Stratolaunch, yang telah membangun pesawat raksasa yang dirancang untuk meluncurkan satelit ke orbit. Ia juga mendukung penelitian tentang kekuatan fusi nuklir.

Selama beberapa dekade, Allen memberikan lebih dari $2 miliar untuk berbagai kepentingan, termasuk kesehatan laut, tunawisma dan memajukan penelitian ilmiah.

"Jutaan orang tersentuh oleh kemurahan hatinya, kegigihannya dalam mengejar dunia yang lebih baik, dan dorongannya untuk mencapai sebanyak yang dia bisa dengan waktu dan sumber daya yang dimilikinya," kata CEO Vulcan, Bill Hilf dalam sebuah pernyataan dikutip dari Wasihngton Post.

Allen ada dalam daftar orang-orang terkaya di Amerika yang berjanji untuk memberikan sebagian besar kekayaan mereka untuk amal. Ia juga membeli tim basket profesional, Portland Trail Blazers dan Seattke Seahawks, serta pemilik bagian dari tim sepak bola liga utama, Seattle Sounders FC.




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18