Setelah 6 Tahun Ditutup, Museum Nasional Suriah Kembali Dibuka

"Sebenarnya, ini adalah kemenangan yang sangat besar bagi negara. Ketika semua museum dibuka kembali secara nasional, maka kita dapat mengatakan bahwa krisis di Suriah berakhir."

BERITA | INTERNASIONAL

Senin, 29 Okt 2018 14:50 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Setelah 6 Tahun Ditutup, Museum Nasional Suriah Kembali Dibuka

seorang arkeolog di Museum Nasional Suriah memegang artefak yang dikirim dari Museum Daraa ke Damaskus, Suriah. (Foto AP / Hassan Ammar, File)

KBR - Museum Nasional Suriah kembali dibuka, setelah lebih dari enam tahun ditutup karena perang saudara di negara itu. Pembukaan kembali museum ditandai dengan upacara di ibu kota Suriah, Damaskus, Minggu (28/10/2018). Upacara dihadiri para pejabat Suriah, ahli arkeologi asing, dan spesialis pemulihan.

Para pejabat Suriah memuji pembukaan tersebut sebagai kondisi kehidupan di Suriah yang menjadi normal kembali, di mana militer angkatan bersenjata Suriah menang melawan kelompok bersenjata.

"Pembukaan museum adalah pesan asli bahwa Suriah masih di sini dan warisannya tidak akan terpengaruh oleh terorisme," ujar Menteri Kebudayaan Suriah, Mohamed al-Ahmad.

"Hari ini, Damaskus sudah pulih," lanjutnya lagi.

Konflik Suriah yang berkecamuk sejak awal 2011, telah merugikan warisan kakayaan negara itu. Pihak berwenang menutup museum dan dengan aman menyimpan lebih dari 300 ribu artefak. Namun beberapa situs masih dihancurkan oleh kelompok Negara Islam, entah itu dirusak oleh pertempuran ataupun dijarah.

Kepala Direktorat Jenderal Barang Antik dan Museum, Mahmoud Hammoud mengatakan, empat dari lima bagian museum akan dibuka untuk memamerkan ratusan temuan arkeologi dari era prasejarah, sejarah, klasik, dan Islam. Ia mengatakan beberapa artefak yang dipulihkan atau disita oleh pihak berwenang Suriah juga akan dipajang.

Lebih dari 9.000 artefak dipulihkan dan direklamasi sejak perang dimulai. Hmmoud juga mencatat bahwa museum membutuhkan renovasi dan dana. Ia mengatakan ratusan ribu artefak dan patung penting diselundupkan ke luar negeri selama krisis.

Para pengunjung bakal bisa menyaksikan para spesialis mengembalikan ratusan artefak yang direklamasi dari Palmyra, yang dilumpuhkan oleh militan Negara Islam selama berbulan-bulan yang menghancurkan beberapa monumen paling terkenal di dunia.

"Saya menyimpan pusaka, kebanyakan di Palmyra, tempat saya bekerja sebelum krisis," kata Bartosz Markowski, seorang spesialis Polandia dalam konservasi pahatan batu dan detail arsitektur kepada The Associated Press.

"Saya datang tepat setelah pembebasan dan membantu melalui konservasi, mendesak dan perlindungan benda-benda yang hancur di Palmyra ... Masih ada banyak kerusakan di Palmyra."

Bagi Markowski, membuka kembali museum Damaskus adalah simbolis. "Ketika hidup kembali, kami membuka museum," katanya.

Bekas Direktur Jenderal Barang Antik dan Museum, Maamoun Abdul-Karim, yang telah mengawasi kampanye untuk menyembunyikan artefak di tempat-tempat aman, mengatakan Suriah membutuhkan bertahun-tahun, kemampuan utama, dan jutaan dolar untuk membuka kembali semua museum nasional.

Dia mengatakan ratusan artefak akan kembali ke sayap klasik dalam museum, termasuk yang berkaitan dengan periode Yunani dan Romawi, sementara sayap lain akan dibuka kembali segera.

"Sebenarnya, ini adalah kemenangan yang sangat besar bagi negara. Ketika semua museum dibuka kembali secara nasional, maka kita dapat mengatakan bahwa krisis di Suriah berakhir," kata Maamoun Abdul-Karim.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme