Serangan Udara AS di Somalia Tewaskan 60 Militan Al-Shabaab

Penduduk desa, telah memerangi militan tersebut karena mereka muak dengan tuntutan Al-Shabab, seperti uang dan perekrutan kelompok anak-anak muda sebagai militan.

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 17 Okt 2018 12:26 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Serangan Udara AS di Somalia Tewaskan 60 Militan Al-Shabaab

Seorang perwira polisi Somalia mengamankan tempat serangan bom di ibukota, Mogadishu pada 1 Oktober 2018 setelah seorang pembom bunuh diri menabrak sebuah kendaraan yang penuh dengan bahan peledak ke dalam konvoi militer Uni Eropa. (AFP / Abdirazak Hussei

KBR-Jakarta Serangan udara Amerika Serikat di Somalia menewaskan sekitar 60 militan Al-Shabaab. Serangan tersebut merupakan yang terbesar di Somalia sejak serangan November 2017 yang menewaskan sekitar 100 militan al-Shabaab. Hal itu dikatakan Militer AS, Selasa (16/10/2018).

Amerika Serikat telah melakukan serangan udara terhadap Al-Shabab untuk mendukung pemerintah Somalia. Pasukan AS telah melakukan 27 serangan udara tahun ini, dan 33 serangan pada 2017. Dilansir dari VOA, Komando Afrika AS (AFRICOM)  mengatakan, tidak ada warga sipil yang tewas atau terluka dalam serangan tersebut. 

"Serangan udara mengurangi kemampuan Al-Shabaab untuk merencanakan serangan di masa depan, mengganggu jaringan kepemimpinannya, dan menurunkan kebebasannya melakukan manuver di kawasan itu," kata Komando Afrika dikutip dari Channel News Asia. 

Seorang pejabat Somalia mengatakan serangan itu terjadi di dekat desa Jowle, sekitar 20 kilometer barat daya Harardhere, Somalia.

Ia mengatakan, ketika serangan itu terjadi, para militan berkumpul di sebuah kamp dan berencana untuk melakukan perjalanan ke daerah Hiran dan Middle Shabelle.

Penduduk desa, yang dikenal sebagai Ma'awisley, telah memerangi militan tersebut karena mereka muak dengan tuntutan Al-Shabab, seperti uang dan perekrutan kelompok anak-anak muda sebagai militan.

"Kelompok itu menggunakan bagian-bagian Somalia Selatan dan Tengah untuk merencanakan dan mengarahkan serangan-serangan teror, mencuri bantuan kemanusiaan, memeras penduduk lokal untuk membiayai operasi dan melindungi teroris radikal," ujar Komando Afrika .

Dikutip dari VOA, Bentrokan antara Ma'awisley dan Al-Shabab telah memakan korban. Pada 1 Oktober lalu, pemimpin Ma'awisley, Hibad Ali Dasar, terbunuh di dekat kota Adan Yabaal di Middle Shabelle. Sehari setelah itu, kepala tentara Somalia, Jenderal Dahir Aden Indhoqarsho, menyatakan dukungan penduduk desa menghadapi Al-Shabab.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Make Sex Healthy Again

News Beat

Kabar Baru Jam 7