Perang Berlanjut, PBB Prediksi 12 Juta Warga Yaman Dilanda Kelaparan

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperingatkan, Selasa (16/10/2018) bahwa sekitar 12 juta waga Yaman akan dilanda kelaparan, jika situasi keamanan dan ekonomi tidak membaik.

BERITA | INTERNASIONAL

Rabu, 17 Okt 2018 22:47 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Perang Berlanjut, PBB Prediksi 12 Juta Warga Yaman Dilanda Kelaparan

Ilustrasi. (Foto: Pexels)

KBR - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Selasa (16/10/2018) memperingatkan, sekitar 12 juta waga Yaman berpotensi dilanda kelaparan, jika situasi keamanan dan ekonomi tidak membaik. 

"Yaman saat ini menghadapi krisis kelaparan terburuk di dunia, dengan hampir 18 juta orang di seluruh negeri tidak tahu dari mana makanan mereka datang," kata juru bicara Program Pangan Dunia (WFP), Herve Verhoosel dikutip dari AFP

Verhoosel menambahkan, lebih dari 8 juta orang di negara itu sudah dianggap berada di ambang kelaparan. Situasi tersebut diperparah oleh harga pangan yang meroket, yang telah melonjak sebesar sepertiga dari tahun lalu.

"Jika situasi terus berlanjut, kita bisa melihat tambahan 3,5 juta orang yang sangat tidak aman dalam mendapatkan makanan. Atau hampir 12 juta secara total, yang sangat membutuhkan bantuan makanan rutin untuk mencegah mereka dalam kondisi kelaparan," ia memperingatkan.

Hal ini berarti, badan PBB akan membutuhkan lebih banyak dana. "Semakin banyak orang (yang membutuhkan bantuan), semakin banyak uang dibutuhkan," tambahnya.

WFP berupaya meningkatkan langkah pemberian bantuan pangan darurat di Yaman ke sekitar 8 juta orang Hungaria setiap bulannya. Namun karena situasi keamanan yang tidak kondusif di kota pelabuhan Hodeida, badan PBB pun tak punya akses ke 51.000 ton stok gandum di fasilitas Red Sea Mills. Jumlah itu mestinya akan cukup untuk memberi makan 3,7 juta orang dalam sebulan. 

Pelabuhan udara, daratan, dan laut Yaman saat ini berfungsi. Sehingga, WFP memiliki beberapa kapal yang diisi dengan bantuan menuju Yaman, dan bekerja untuk memposisikan kembali cadangan di rute-rute kasus yang terputus. WFP juga mulai menggunakan pelabuhan Salalah di Oman sebagai rute tambahan.

Organisasi untuk program pangan dunia itu kini punya cukup biji-bijian di Yaman guna membantu 6,4 juta orang selama dua bulan. Tetapi Verhoosel memperingatkan distribusi di seluruh negeri itu, sulit.

Konflik brutal Yaman sejak 2015 mengakibatkan sekitar 10.000 orang tewas. PBB menjuluki peristiwa ini sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.




Editor: Nurika Manan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 08

Kabar Baru Jam 07

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19