Penelitian: Lebih dari 250 Orang di Dunia Meninggal Karena Selfie

Lebih dari 85 persen korban berusia antara 10 dan 30 tahun.

BERITA , INTERNASIONAL

Jumat, 05 Okt 2018 11:54 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Penelitian: Lebih dari 250 Orang di Dunia Meninggal Karena Selfie

Foto: Pasko Tomic/Flickr/Creative Commons

KBR- Sebuah studi menunjukan, dalam enam tahun terakhir, lebih dari 250 orang di seluruh dunia meninggal saat mengambil foto selfie atau swadiri. Para peneliti menganalisis 259 laporan-laporan berita kematian yang berkaitan dengan selfie dari Oktober 2011 hingga November 2017.

"Kematian selfie telah menjadi masalah utama kesehatan masyarakat," kata Agam Bansal, penulis utama studi tersebut kepada The Washington Post.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Family Medicine dan Primary Care itu menunjukan, India memiliki jumlah kematian tertinggi di semua negara. Selain itu, insiden selfie yang fatal juga terjadi dari Rusia, Amerika Serikat, dan Pakistan.

Bansal mencatat, selfie bukanlah tindakan yang mematikan. Tetapi selfie menjadi berbahaya karena orang mengambil resiko ketika mencoba mendapatkan hasil foto selfie yang bagus.

Baca: Tergelincir Saat Selfie, Seorang Remaja Meninggal   

"Jika Anda hanya berdiri, dan ber-selfie itu tidak berbahaya. Tapi jika selfie itu disertai dengan perilaku berisiko maka itulah yang membuat selfie itu berbahaya," katanya.

Bansal juga prihatin bahwa korban kebanyakan melanda kalangan orang-orang muda. Lebih dari 85 persen korban berusia antara 10 dan 30 tahun.

"Yang paling membuat saya khawatir adalah selfie merupakan penyebab kematian yang dapat dicegah," katanya.

"Hanya karena Anda ingin selfie yang sempurna, dan Anda ingin mendapatkan banyak like, share di Facebook, Twitter atau media sosial lainnya, saya tidak berpikir bahwa ada yang mengorbankan kehidupan untuk hal seperti itu."

Bansal mengatakan, mungkin ada lebih banyak kasus serupa yang belum didokumentasikan karena masalah dengan pelaporan.

Mohit Jain, seorang ahli bedah ortopedi yang tidak terlibat dalam penelitian ini menggambarkan karya Banal dan rekan peneliti Chandan Garg dan Abhijit Pakhare sebagai hal yang benar-benar penting untuk menyadarkan orang-orang bahwa selfie bisa menyebabkan kematian.

Jain juga pernah melakukan penelitian terkait kematian yang diakibatkan selfie. Jain menerbitkan studinya di International Journal of Injury Control and Safety Promotion.

Penelitian Jain tersebut menemukan bahwa 75 orang telah meninggal saat mencoba mengambil foto selfie dari 2014 hingga pertengahan 2016.

"Ini seperti bencana buatan manusia," katanya. "Itu bukan bencana alam."

Bansal mengatakan, salah satu cara yang mungkin untuk mencegah kematian akibat selfie yaitu dengan menetapkan 'zona dilarang selfie'.

Upaya untuk menghalangi orang-orang untuk mengambil foto selfie yang berbahaya telah dicoba di banyak negara, termasuk India, Rusia, dan Indonesia.Tiga tahun lalu, Rusia meluncurkan kampanye ‘Safe Selfie’, dengan slogan ‘Bahkan satu juta like di media sosial tidak layak untuk hidup dan kesejahteraan Anda’, BBC melaporkan.

Pada 2016, setelah kasus kematian yang berkaitan dengan selfie, Mumbai menentukan 16 zona dilarang selfie di seluruh kota, lapor The Guardian. Awal tahun ini, sebuah taman nasional di Indonesia juga mengumumkan akan menciptakan tempat yang aman untuk foto, setelah pejalan kaki meninggal karena berfoto selfie.

Baca juga Tergelincir Saat Selfie, Seorang Remaja Meninggal  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.