Kereta di Taiwan Tergelincir, Belasan Orang Meninggal dan Ratusan Lain Luka

Peristiwa ini merupakan kecelakaan terburuk di Taiwan dalam 25 tahun terakhir.

BERITA , INTERNASIONAL

Senin, 22 Okt 2018 13:03 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Kereta di Taiwan Tergelincir, Belasan Orang Meninggal dan Ratusan Lain Luka

Kecelakaan kereta di Yilan, Taiwan. (Ritchie B. Tongo/EPA-EFE) (Ritchie B Tongo/EPA-EFE/REX/Shutterstock)

KBR - Sebanyak18 orang meninggal dan 168 orang terluka dalam kecelakaan kereta api ekspres di Taiwan, Minggu (21/10/2018) . Peristiwa ini merupakan kecelakaan terburuk di Taiwan dalam 25 tahun terakhir.

Dikutip dari AFP, kereta Puyuma Express yang terdiri dari delapan gerbong tergelincir saat melintasi jalur di wilayah timur laut Yilan.

Salah satu petugas administrasi kereta api mengatakan, terdapat 366 penumpang di kereta tersebut dalam perjalanan dari Shulin ke Taitung. 

"Ada empat gerbong yang terbalik hingga 90 derajat dan korban terburuk berada di gerbong itu," kata Jason Lu, kepala Administrasi Kereta Api Taiwan kepada AFP.

Hingga pukul 9.35 sore waktu setempat, semua penumpang di kapal, termasuk penumpang yang tewas dan terluka, telah dievakuasi .

"Penyebab pasti dari kecelakaan itu masih menunggu penyelidikan," tambahnya.

Dilansir dari Washington Post, korban yang selamat menggambarkan terdapat guncangan ekstrim di kereta dan listrik padam selama perjalanan terakhir. "Tiba-tiba, saya mendapati diri saya terlempar dari tempat duduk saya dan beberapa penumpang lain terlempar keluar dari jendela," kata seorang bekas tentara jaringan televisi kabel SET, menurut South China Morning Post.

AP melaporkan pemerintah Taiwan sebelumnya menetapkan jumlah korban tewas sebanyak 22 orang, tetapi Badan Kebakaran Nasional, mengutip kantor juru bicara Kabinet, kemudian mengurangi angka itu dan mengatakan terdapat salah perhitungan.

Menurut wakil kepala Administrasi Kereta Api Taiwan Lu Chieh-shen, kereta berusia enam tahun itu dalam kondisi cukup baik, dikutip dari BBC. Agensi tersebut juga berjanji untuk memberi kompensasi kepada keluarga almarhum masing-masing dengan $ 81.000 alias Rp1,2 miliar.

Kementerian Pertahanan mengerahkan 120 tentara untuk upaya penyelamatan. Kecelakaan tersebut merupakan yang paling mematikan di Taiwan, sejak tabrakan tahun 1981 yang menewaskan 30 orang.

Pada 2003, sebuah kereta yang melakukan perjalanan menuju tujuan wisata gunung jatuh pada tahun itu, menewaskan 17 penumpang dan melukai 156 lainnya. Lalu pada 2011, pohon tumbang menyebabkan kecelakaan kereta api yang menewaskan enam orang dan melukai sedikitnya 50 lainnya.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

DPR Desak Presiden Tegas Tetapkan Darurat Nasional Kabut Asap

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12