Kekurangan Tenaga Kerja, Jepang Berencana Tarik Pekerja Asing

Menurut laporan, rencana itu bertujuan untuk mengisi kekurangan di sektor-sektor seperti pertanian, keperawatan, konstruksi, perhotelan, dan pembuatan kapal.

BERITA , INTERNASIONAL

Jumat, 12 Okt 2018 13:46 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Kekurangan Tenaga Kerja, Jepang Berencana Tarik Pekerja Asing

Pekerja di Tokyo, Jepang. (Foto: AFP/Yoshikazu Tsuno)

KBR - Jepang sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia sedang mengalami kekurangan tenaga kerja yang disebabkan oleh populasi para pekerja yang mulai menua. Oleh karena itu, Jepang pada Jumat (12/10/2018) meluncurkan rencana untuk menarik lebih banyak pekerja kerah biru asing.

Menurut laporan, rencana itu bertujuan mengisi kekurangan di sektor-sektor seperti pertanian, keperawatan, konstruksi, perhotelan, dan pembuatan kapal.

Di bawah rancangan undang-undang (RUU), warga negara asing dengan keterampilan di bidang yang sesuai akan diberi visa yang memungkinkan mereka bekerja hingga lima tahun.

Dilansir dari AFP, pekerja asing yang memiliki kualifikasi lebih kuat dan lulus tes bahasa Jepang juga akan diizinkan untuk membawa anggota keluarganya. Selain itu juga akan memperoleh status kependudukan permanen.

Juru bicara pemerintah ,Yoshihide Suga mengatakan RUU itu akan diserahkan ke parlemen secepat mungkin, dengan kemungkinan peluncuran pada April.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe telah menekankan reformasi tidak dimaksudkan sebagai perombakan besar-besaran kebijakan imigrasi Jepang. Imigrasi massal tidak diharapkan.

Saat ditanya apakah penerimaan lebih banyak orang asing dapat mengubah kebijakan imigrasi, Suga menekankan Jepang tidak akan bergantung pada imigran asing dan kebijakan tetap tidak berubah.

Pemerintah belum menetapkan target untuk pekerja asing di bawah proposal baru. Namun media lokal memperkirakan angka ada lebih dari 500 ribu orang pada 2025.

Menurut angka pemerintah, ada 1,28 juta pekerja asing di Jepang pada 2017, yaitu dua kali lebih banyak dibandingkan 10 tahun yang lalu.

Tetapi lebih dari 450ribu di antaranya adalah pasangan asing warga negara Jepang, etnis Korea yang lama menetap di Jepang, atau orang asing keturunan Jepang, dan bukannya pekerja yang datang ke Jepang untuk mencari pekerjaan. 300 ribunya adalah siswa, yang diizinkan untuk bekerja paruh waktu selama studi mereka tidak terganggu.

Menurut pemerintah, Jepang memiliki kurang dari 240 ribu pekerja terampil asing dan sekitar 250 ribu trainee asing hingga akhir 2017.

Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.