Share This

Kebijakan Amazon Naikkan Upah Banjir Pujian

Sementara itu, meski mengapresiasi langkah Amazon, para pemimpin serikat pekerja meminta perusahaan itu tetap harus meningkatkan jaminan ketenagakerjaan.

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 03 Okt 2018 22:36 WIB

Jeff Bezoz, CEO Amazon (Foto:AFP)

KBR - Amazon menaikkan gaji ribuan pekerjanya di Amerika Serikat dan Inggris setelah menerima kecaman akibat upah rendah dan kondisi kerja yang buruk di perusahaan tersebut. Raksasa ritel itu mengungkapkan bakal menaikkan upah minimum mejadi $ 15 dari $ 11 per jam untuk 350.000 karyawan di Amerika. Sementara untuk di London, kenaikan menjadi £ 10,50 per jam dan di seluruh wilayah Inggris naik menjadi £ 9,50.

CEO Amazon sekaligus orang terkaya di dunia, Jeff Bezoz mengatakan, telah mendengarkan kritikan terkait upah minumun di perusahaannya. Ia yakin, langkah yang kini diambil adalah keputusan tepat.

"Kami senang dengan perubahan ini dan mendorong pesaing kami dan pengusaha besar lainnya untuk bergabung dengan apa yang telah kami buat," ungkap Jeff Bezoz dilansir dari The Guardian, Rabu (3/10/2018).

Keputusan Amazon menaikan upah minimum karyawannya itu disambut positif oleh anggota parlemen Amerika, Charlie Elphicke. Anggota parlemen untuk kota Dover itu berpandangan, kebijakan tersebut sebagai langkah yang layak untuk "disambut".

Pujian juga datang dari Bernie Senders, Senator Partai Demokrat yang menyambut positif langkah Amazon. Ia juga mendorong perusahaan lain untuk mengikuti apa yang telah ditempuh Amazon.

"Tidak ada alasan bagi perusahaan lain dalam industri makanan cepat saji, maskapai penerbangan dan ritel tidak mengikuti kebijakan Amazon," ungkap Bernie Sanders dikutip dari The Telegraph.

"Apa yang dilakukan Bezoz hari ini bukan hanya sangat penting bagi ratusan ribu karyawan Amazon, saya pikir itu bisa menjadi 'tembakan' yang terdengar di seluruh dunia," sambung Bernie.

Sebelumnya Bernie Sanders menjadi salah satu tokoh di Amerika yang paling vokal mengkritik kebijakan pembayaran Amazon. Ia menyampaikan secara terbuka jika perusahaan tersebut membayar para pekerjanya dengan upah yang lebih rendah. Bahkan bulan lalu, Bernie Sanders memperkenalkan RUU dengan nama "Stop Bezoz" yang bertujuan memaksa Amazon meningkatkan upah para pekerja.

Sementara itu, meski mengapresiasi langkah Amazon, para pemimpin serikat pekerja meminta perusahaan tersebut tetap harus meningkatkan jaminan ketenagakerjaan juga kepatuhan lainnya. Jeremy Corbyn, pemimpin Partai Buruh mengatakan setelah keputusan tersebut, ada hal lain lagi yang masih harus diperjuangkan.

"Pertarungan berlanjut untuk memperbaiki kondisi kerja dan membuat perusahaan ini membayar bagian pajaknya yang adil," kata Corbyn dikutip dari The Guardian.


Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.