Jelajahi Rute Serupa, Titanic II Berlayar Pada 2022

Titanic II akan melanjutkan perjalanan dari Southsampton ke New York dengan menelusuri rute Atlantik Utara. Ini merupakan rute yang tidak pernah diselesaikan Titanic pada 15 April 1912 silam.

BERITA , INTERNASIONAL

Selasa, 23 Okt 2018 15:54 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Jelajahi Rute Serupa, Titanic II Berlayar Pada 2022

Ilustrasi

KBR - Replika kapal pesiar Titanic yang disebut Titanic II diperkirakan akan berlayar selama dua pekan pada 2022 mendatang. Kapal yang memiliki tata letak kabin yang sama persis dengan aslinya ini akan berlayar dari Dubai ke Southampton, Inggris.

Setelah perjalanan itu, dikutip dari USA Today, Titanic II akan melanjutkan perjalanan dari Southsampton ke New York dengan menelusuri rute Atlantik Utara. Ini merupakan rute yang tidak pernah diselesaikan Titanic pada 15 April 1912 silam, ketika kapal yang dibangun oleh Harland dan Wolff di Belfast, tenggelam karena menabrak gunung es.

Sebelumnya, proyek ini memiliki permasalahan keuangan sehingga menahan proyek senilai $500 juta alias Rp7,5 triliun tersebut selama beberapa tahun. Namun, perusahaan kapal penumpang--Blue Star Line--menyatakan proses pembuatan Titanic II ini sedang berjalan.

Kapal baru akan membawa hampir sama persis jumlah penumpang Titanic yang asli, yaitu 2.400 orang dan 900 awak kapal dengan sembilan dek dan 840 kabin. Dilansir dari What's On, penumpang juga dapat membeli tiket kelas pertama, kedua, dan ketiga, sama seperti aslinya.

Meskipun banyak yang sama, Titanic II ini menggunakan navigasi digital dan sistem radar, fitur keselamatan modern, dan pasokan sekoci yang memadai. Jadi, tidak perlu khawatir tentang sejarah yang berulang.

Setelah pelayaran perdananya, Titanic II bakal memulai rute global lainnya. "Kapal akan mengikuti perjalanan awal, membawa penumpang dari Southampton ke New York," kata ketua Blue Line Clive Palmer kepada MSN.

"Tetapi Titanic II juga akan mengelilingi dunia, menginspirasi, dan mempesona orang-orang sambil menarik perhatian, intrik, dan misteri yang tiada bandingnya di setiap pelabuhan," tutup Clive Palmer.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.