Interpol Sita 55 Ton Narkoba dalam Razia di 93 Negara

Razia yang berlangsung dari 17 September 2018 hingga 8 Oktober 2018 ini berhasil berhasil menyita lebih dari 35 ton kokain, 5 ton heroin, 15 ton ganja, dan 430.000 tablet Captagon.

BERITA , INTERNASIONAL

Kamis, 18 Okt 2018 15:40 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Interpol Sita 55 Ton Narkoba dalam Razia di 93 Negara

Beberapa pekerja di penggilingan sebagai bagian dari razia polisi terkoordinasi di 93 negara yang menjaring lebih dari 55 ton narkoba. (Foto: Interpol / Handout via REUTERS)

KBR - Razia terkoordinasi Interpol di 93 negara telah berhasil menjaring lebih dari 55 ton narkoba.

Dilansir dari Reuters, Selasa (17/10/2018), razia yang berlangsung sejak 17 September 2018 hingga 8 Oktober 2018 tersebut menyita lebih dari 35 ton kokain, 5 ton heroin, 15 ton ganja, dan 430.000 tablet Captagon.

Organisasi yang berbasis di Lyon, Prancis tersebut mengatakan ada 1.300 orang ditahan dalam operasi yang diberi nama sandi Lionfish ini.

Selain itu, Interpol juga membongkar laboratorium rahasia di sebuah rumah pribadi di Belanda. Ruangan itu punya kapasitas produksi 700 ribu pil ekstasi.

"Operasi Lionfish menggarisbawahi skala tantangan yang dihadapi oleh kepolisian di seluruh dunia dan perlunya pendekatan terkoordinasi untuk mengatasi perdagangan narkoba dan kejahatan terkait," kata Sekretaris Jenderal Interpol, Jurgen Stock dilansir dari Xinhu Net, Rabu (17/10/2018).

Operasi di Asia Tenggara menghasilkan 18 juta tablet Yaba, zat sintetis yang kadang-kadang disebut "obat kegilaan".





Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.