Hubungan Ekonomi Cina-Jepang Kian Erat

Tampaknya hubungan ekonomi Jepang dan Cina yang semakin dekat ini dikarenakan perang dagang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Cina.

BERITA , INTERNASIONAL

Jumat, 26 Okt 2018 18:33 WIB

Author

Angelina Legowo

Hubungan Ekonomi Cina-Jepang Kian Erat

Perdana Menteri Cina Li Keqiang dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menghadiri upacara penyambutan di depan Balai Agung Rakyat di Beijing, China, Jumat (26/10). (Foto: ANTARA/REUTERS/Thomas Peter)

KBR - Perdana Menteri Jepang dan Cina menggelar pertemuan di Beijing pada Jumat (26/10/2018) guna membahas kerja sama antara kedua negara.

Melansir Asociated Press, Perdana Mentei Cina Li Keqiang mengatakan ada 500 kesepakatan bisnis bernilai US$ 18 miliar atau sekitar Rp270 triliun yang sudah diteken. Kesepakatan ini diklaim sebagai gambaran "masa depan yang cerah" kerja sama kedua belah pihak.

Sementara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengharapkan hubungan yang lebih dekat dengan Cina. Keinginan ini sebagai transisi dari "persaingan ke kerja sama".

Jepang dan Cina memang sempat bersitegang, terutama karena pendudukan Jepang selama Perang Dunia II serta persaingan politik, militer dan ekonomi antara keduanya.

Namun, tampaknya hubungan ekonomi Jepang dan Cina yang semakin 'dekat' ini dikarenakan perang dagang yang berlangsung antara Amerika Serikat dan Cina. Oleh karena itu, dua ekonomi terbesar Asia ini berusaha memperdalam perdagangan, investasi dan kerja sama di bidang infrastruktur dan proyek-proyek lainnya.




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.