Donna Strickland, Perempuan Ketiga Peraih Penghargaan Nobel Bidang Fisika

Sebelum Strickland, Marie Curie adalah wanita pertama yang memenangkan hadiah Nobel pada 1903 atas penemuannya soal radioaktivitas

INTERNASIONAL

Rabu, 03 Okt 2018 15:41 WIB

Author

Yogi Ernes

Donna Strickland, Perempuan Ketiga Peraih Penghargaan Nobel Bidang Fisika

Donna Strickland (Foto: Nobel Assembly)

KBR, Jakarta- Pekan ini menjadi hari yang bersejarah bagi perempuan dan dunia fisika. Donna Strickland (59), seorang profesor fisika di Universitas of Waterloo menerima hadiah Nobel Fisika atas karyanya pada pulsa laser berintensitas tinggi.

Donna Strickland menjadi perempuan ketiga yang berhasil meraih penghargaan yang telah diadakan 117 kali ini. Wanita asal Kanada ini juga menjadi wanita pertama dalam 55 tahun terakhir yang meraih penghargaan Nobel Fisika.

Penelitian dari Strickland sendiri pertama kali diterbitkan pada sebuah makalah ilmiah tahun 1985. Dalam penelitian tersebut, ia bekerja sama dengan  fisikiawan asal Prancis, Gerard Mourou.

Ketika itu para ilmuwan telah mencoba mencari cara untuk memperkuat laser energi tinggi tanpa merusak amplifier.  Strickland hadir dengan inovasi untuk meregangkan denyut lasernya tepat waktu, memperkuatnya lalu kemudian mengendurkan kembali ke tingkat intensitas yang diinginkan.

“Pekerjaannya dengan Dr. Mourou membuka jalan menuju pulsa laser terpendek dan paling intens yang pernah dibuat oleh manusia,” menurut NobelPrize.org yang dikutip dari New York Times (2/10/2018).

Strickland yang menyebut dirinya sebagai “atlet laser” lahir di Guelph, Ontario, pada 1959. Saat ini ia mengelola Ultrafast Laser, sebuah laboratorium untuk mahasiswanya di Universitas Waterloo.

Dalam sebuah wawancara dengan NobelPrize.org, Strickland mengatakan ketika pertama kali mengetahui memenangkan penghargaan nobel, ia menggangap hal tersebut hanya sebuah lelucon.

Ia juga mengatakan sangat menikmati pekerjaannya selama lebih dari 30 tahun ini. “Itu hal yang sangat menyenangkan untuk dilakukan. Jadi saya menikmati menghabiskan berjam-jam di dalamnya", ungkap Strickland dikutip dari New York Times.

Dikutip dari Huffington Post (2/10/2018), Strickland menggangap penghargaan bagi dirinya ini sebagai momentum untuk para peneliti perempuan lainnya di luar sana.

“Tentunya kita perlu merayakan penghargaan ini dan para fisikawan perempuan. Semoga pada waktunya nanti kita akan mulai bergerak maju dengan laju yang lebih cepat,” ucapnya. 

Penghargaan Nobel Fisika, telah mendapat kecaman karena tidak adanya pemenang perempuan dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelum Strickland, Marie Curie adalah wanita pertama yang memenangkan hadiah Nobel pada 1903 atas penemuannya soal radioaktivitas. 60 tahun kemudian, Maria Goeppert Mayer memenangkan penghargaan serupa atas sumbangsihnya dalam mengembangkan model yang dapat memprediksi sifat-sifat inti atom.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada