Badai Willa yang Melanda Meksiko Berpotensi Banjir dan Longsor

Badai dengan kecepatan angin 195 kilometer per jam itu menyebabkan pemadaman listrik, bangunan terguncang, dan hujan lebat di resor-resor wisata.

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 24 Okt 2018 14:15 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Badai Willa yang Melanda Meksiko Berpotensi Banjir dan Longsor

Badai Willa dari satelit (Gambar: Getty / NOAA)

KBR - Badai Willa menghantam pantai barat Meksiko, sekitar 50 mil selatan Mazatlan, sebuah kota besar dan resor wisata di Sinaloa pada Selasa (23/10/2018) malam. Badai dengan kecepatan angin 195 kilometer per jam itu mengakibatkan pemadaman listrik, bangunan terguncang, dan hujan lebat di resor-resor wisata. Reuters melaporkan, ribuan orang telah dievakuasi untuk keamanan.

Saat melanda daratan Meksiko, badai ini berkategori 3 pada skala Saffor-Simpson. Badai Kategori 3 ini akan dengan cepat melemah selama 24 jam karena melintasi wilayah Sierra Madre. Badai akan berubah menjadi hujan saat melintasi perbatasan AS-Meksiko pada Rabu (24/10/2018).

Pusat Badai Nasional AS (NHC) menyatakan badai ini dianggap sebagai badai terkuat yang melanda Meksiko dalam beberapa tahun terakhir. Dikutip dari BBC, NHC memperingatkan bahwa badai masih bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor yang mengancam jiwa.

Sebelumnya, pada Senin (22/10/2018) Badai Willa sempat mencapai status Kategori 5 yang langka, dengan kekuatan angin sebesar 260 kilometer per jam, sebelum melemah. NHC mengatakan, badai tersebut cepat melemah saat tiba di daratan dan bergerak ke pedalaman.

"Itu benar-benar kuat," kata Cecilia Crespo, juru bicara polisi di Escuinapa--kota tepi pantai, dekat tempat badai menghantam pedalaman.

"(Badai) Ini merobohkan pohon, lampu, tiang, dinding," tambahnya melalui telepon, dilansir dari Reuters.

Berbicara melalui telepon, Jose Garcia seorang warga dari daerah yang paling parah terkena bencana, mengatakan dia duduk berdiam bersama orang lain di sebuah hotel Escuinapa sambil menunggu badai berlalu. "Orang-orang sangat khawatir," kata pria berusia 60 tahun itu.

"Rumah saya terbuat dari lembaran logam, kayu dan kardus, dan saya takut itu akan jatuh menimpa saya," kata Rosa Maria Carrillo (36), di tempat penampungan kota dengan lima anaknya yang berusia 8 hingga 15 tahun.

Beberapa tempat wisata lainnya di negara bagian Nayarit, serta resor di pantai Puerto Vallarta di negara bagian Jalisco, dekat dengan jalan Willa, yang diperkirakan akan membawa gelombang badai air laut, angin dan hujan yang mengancam korban jiwa.




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rawan Kriminalisasi Kelompok Rentan, Aktivis Minta RKUHP Ditolak