AS Duduki Posisi Puncak Daya Saing Global, Indonesia Urutan 45

Sementara Indonesia menduduki peringkat ke-45 global, dibawah Malaysia (25) dan Thailand (38).

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 17 Okt 2018 13:07 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

AS Duduki Posisi Puncak Daya Saing Global, Indonesia Urutan 45

Ilustrasi: WEF

KBR - Forum Ekonomi Dunia (WEF) menempatkan perekonomian Amerika Serikat (AS) di puncak teratas survei daya saing global. Pencapaian ini merupakan pertama kalinya sejak krisis keuangan pada 2007-2009. Terakhir kali AS menduduki daftar teratas adalah pada 2008.

Dalam Laporan Daya Saing Global 2018-2019 yang dipantau secara ketat, WEF menyatakan AS adalah negara yang paling dekat dengan "perbatasan daya saing", indikator yang memeringkat produktivitas kompetitif menggunakan skala dari nol hingga 100.

Dengan skor 85,6 poin dari 100, AS mengalahkan Singapura di peringkat kedua, Jerman (3), Swiss (4), dan Jepang (5). Menurut laporan, AS unggul karena budaya kewirausahaan yang dinamis dan pasar tenaga kerja serta sistem keuangan yang kuat.

"Mereka melakukan dengan baik dalam hal pasar tenaga kerja, mereka melakukannya dengan baik dalam hal ukuran pasar, mereka cukup baik dalam hal institusi," ungkap Saadia Zahidi, anggota dewan pengelola WEF, kepada AFP.

Dikutip dari Reuters, Rabu (17/10/2018), WEF mendasarkan peringkat itu ke 140 ekonomi negara dengan selusin faktor-faktor pendukung daya saing, termasuk institusi negara dan kebijakan yang mendorong produktivitas.

Tahun ini WEF mengubah metodologinya, yaitu dengan memasukan faktor kesiapan masa depan untuk menghadapi kompetisi. Seperti generasi ide negara, budaya kewirausahaan, dan jumlah bisnis yang mengganggu pasar yang ada.

Ketika ditanya apakah Presiden Donald Trump dapat mengambil kredit untuk pencapaian AS tersebut, Thierry Geiger, kepala analisis dan penelitian kuantitatif di WEF menekankan, sebagian besar data yang digunakan dalam laporan itu berasal dari tahun sebelum Trump berkuasa.

WEF mengatakan terlalu dini untuk memperhitungkan bagaimana kebijakan perdagangan terbaru dari pemerintahan Trump akan memengaruhi peringkat.

"Meskipun terlalu dini untuk data yang disaring dalam laporan tahun ini, kami akan mengharapkan ketegangan perdagangan dengan Cina dan mitra dagang lainnya untuk memiliki dampak negatif terhadap daya saing AS di masa depan," kata Zahidi, managing director di WEF, dilansir dari Reuters.

Dilansir dari Bussines World, Indonesia menduduki peringkat ke-45 global, di bawah Malaysia (25) dan Thailand (38).




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.