Alasan Kim Jong Un Undang Paus Fransiskus ke Pyongyang

Korea Utara dan Vatikan tidak memiliki hubungan diplomatik formal. Oleh karena itu, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in akan menyampaikan undangan Kim, saat ia bertemu Francis minggu depan.

BERITA , INTERNASIONAL

Selasa, 09 Okt 2018 22:17 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Alasan Kim Jong Un Undang Paus Fransiskus ke Pyongyang

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbicara dalam konferensi pers di Pyongyang, Korea Utara (19/9). (Foto: Pyeongyang Press Corps / Pool via REUTERS / File Photo)

KBR - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengundang Paus Fransiskus mengunjungi Pyongyang, Korea Utara (Korut) untuk menyoroti upaya perdamaian di semenanjung Korea. Demikian disampaikan perwakilan kantor kepresidenan Korea Selatan, Selasa (9/10/2018).

Korea Utara dan Vatikan tidak memiliki hubungan diplomatik formal. Karenanya Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in akan menyampaikan undangan Kim itu saat dirinya bertemu Francis pekan depan selama perjalanan ke Eropa. Demikian menurut juru bicara Blue House Kim Eui-kyeom, dilansir dari Reuters.

Pada pertemuan tersebut, Moon akan meminta dukungan Francis guna mendorong perdamaian di Semenanjung Korea, dan mendiskusikan cara-cara bekerja sama dengan Vatikan untuk ke depannya.

Moon ke Eropa dijadwalkan dimulai 13 hingga 21 Oktober 2018. Turnya itu dimaksudkan menghadiri Pertemuan Asia-Eropa di Belgia, juga termasuk mengunjungi Perancis, Italia dan Denmark.

"Presiden Moon akan mengunjungi Vatikan pada 17 dan 18 Oktober untuk menegaskan kembali dukungannya bagi perdamaian dan stabilitas semenanjung Korea," kata juru bicara itu.

"Terutama ketika Moon bertemu dengan Paus Fransiskus, ia akan menyampaikan pesan Ketua Kim bahwa ia akan sangat menyambutnya jika Paus Fransiskus mengunjungi Pyongyang," sambungnya lagi.

Pada April lalu, Francis memuji Kim dan Moon lantaran langkah berani keduanya menuju persatuan. Dilansir dari Japan Times, Francis juga berdoa demi keberhasilan KTT dua Korea dan pelaksanaan jalur dialog untuk Semenanjung Korea yang bebas dari senjata nuklir.

Kim mengatakan pada Moon keinginannya untuk bertemu paus, saat keduanya bertemu bulan lalu. Paus mengatakan, ia ingin mengunjungi Jepang tahun depan.

Konstitusi Korea Utara menjamin kebebasan beragama selama tidak melemahkan negara. Namun di luar segelintir tempat ibadah yang dikendalikan negara, acara keagamaan secara terbuka tidak diperbolehkan.

Sejak tahun 2000, undangan untuk paus merupakan yang pertama dilakukan oleh pemimpin Korea Utara. Sebelumnya, pertemuan merupakan usulan dari ayah Kim Jong Un, Kim Jong Il. Tetapi rencana tak pernah terwujud. Itu sebab, wacana kunjungan Francis ini adalah inisiatif diplomatik terbaru Korea Utara tahun ini.

"Kim Jong Un mengundang Paus ke Pyongyang adalah langkah yang berani dan tidak terduga," tulis bekas pejabat Departemen Luar Negeri AS yang bekerja pada isu-isu Korea Utara, Mintaro Oba melalui twitter.

"Tapi itu sepenuhnya sesuai dengan keinginan Korea Utara untuk mempertahankan posisi teratas dalam narasi publik global, membentuk wacana di mana itu adalah penggerak perdamaian," lanjut Mintaro.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.