9 Orang Terluka Akibat Serangan Bom Bunuh Diri di Tunisia

Seorang perempuan pelaku bom bunuh diri melukai sembilan orang yang sebagian besar merupakan petugas polisi di dekat kendaraan polisi di pusat ibukota Tunisia.

BERITA | INTERNASIONAL

Rabu, 31 Okt 2018 10:58 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

9 Orang Terluka Akibat Serangan Bom Bunuh Diri di Tunisia

Sebuah gambar yang diambil pada 29 Oktober 2018, menunjukkan polisi dan petugas pemadam kebakaran berkumpul di tempat serangan bunuh diri di pusat ibu kota Tunis, Tunisia. (Foto: Fethi Belaid, AFP )

KBR, Jakarta - Seorang perempuan pelaku bom bunuh diri melukai sembilan orang.Sebagian besar orang yang terluka, merupakan petugas polisi yang berada di dekat kendaraan polisi di pusat ibukota Tunisia. Kementerian Dalam Negeri mengatakan, perempuan berusia 30 tahun itu meledakan diri di jalan Habib Bourguiba pada Senin (29/10/2018) dan tidak terkait dengan kelompok ekstrem manapun.

Dilansir dari Time, delapan polisi dan satu warga sipil terluka. Selain pelaku, tidak ada korban jiwa lain. Jalan Habib Bourguiba dianggap sebagai jantung budaya, politik, dan ekonomi Tunisia.

Stasiun radio Tunisia Mosaique FM mengatakan, penyerang mengenakan sabuk bom buatan sendiri dengan sejumlah kecil bahan peledak. Stasiun itu mengutip sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya. Tubuh pembom itu tampak utuh setelah ledakan.

Mosaique FM mengatakan pembom itu berasal dari wilayah Mahdia di Tunisia timur. Dinas Keamanan pun menyerbu rumahnya setelah serangan itu terjadi.

Pihak berwenang Tunisia telah bersiaga dalam beberapa tahun terakhir menyusul serentetan serangan, termasuk penembakan mematikan di Museum Nasional Bardo Tunis pada 2015 di mana 22 orang, termasuk banyak turis Eropa, tewas. 

Tiga bulan kemudian, serangan ekstremis di resor pantai Sousse menewaskan 38 orang, sebagian besar turis Inggris.

Pada November tahun itu, seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya sendiri di sebuah bus yang membawa anggota pasukan kepresidenan Tunisia, menewaskan 12 orang di jalan utama Tunis. Atas hal ini, ISIS mengaku bertanggung jawab.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pemerintah Filipina Tidak Perpanjang Status Darurat Militer di Wilayah Mindanao

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18