11 November 2018, Trump dan Putin Akan Bertemu di Paris

Mereka akan berada di Paris untuk peringatan ke 100 genjatan senjata Perang Dunia I. Menurut ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, keduanya berencana mengadakan pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan itu.

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 24 Okt 2018 16:33 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

11 November 2018, Trump dan Putin Akan Bertemu di Paris

Presiden Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin tiba untuk konferensi pers bersama, setelah pertemuan mereka di Helsinki, 16 Juli 2018. (Foto: Grigory Dukor / Reuters)

KBR - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kemungkinan akan bertemu dengan pemimpin Rusia, Vladimir Putin di Paris pada 11 November 2018. Pernyataan itu disampaikan oleh penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton pada Selasa (23/10/2018) setelah pertemuan dirinya dengan Putin di Moskow.

"Saya pikir Presiden Trump akan menantikan kehadiran Anda di Paris di sela-sela perayaan peringatan ke-100 Gencatan Senjata," kata Bolton kepada Putin dalam pernyataan yang disiarkan televisi, dilansir dari France 24.

"Akan berguna untuk melanjutkan dialog langsung dengan presiden Amerika Serikat ... misalnya di Paris, jika pihak Amerika tertarik," ujar Putin.

Kedua pemimpin akan berada di Paris untuk peringatan ke-100 genjatan senjata yang mengakhiri Perang Dunia I. Acara itu bakal dihadiri 60 kepala negara dan pemerintah.  Menurut ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, keduanya berencana mengadakan pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan itu, Straight Times melaporkan.

"Saya pikir kita mungkin akan bertemu," kata Trump kepada wartawan di Kantor Oval di Gedung Putih, saat ditanya tentang pertemuan itu. "Itu belum disiapkan. Mungkin akan begitu."

Trump dan Putin pada Juli lalu mengadakan pertemuan bilateral pertama mereka di Helsinki, Finlandia. Setelah itu, Trump berada di bawah kritik keras karena tampak mendukung klaim Putin yang menyatakan bahwa Rusia tidak mencoba memengaruhi hasi pemilihan presiden 2016.

Sebelum bertemu Putin, Bolton bertemu dengtan pejabat senior Rusia pada Senin (22/10/2018). Kunjungan Bolton tersebut terjadi setelah Trump mengumumkan bahwa AS akan menarik diri dari Cold War-era Intermediate-Range Nuclear Forces Traty (INF), karena ia mengklaim bahwa Rusia telah melanggar pakta itu selama bertahun-tahun. 

Perjanjian itu melarang kedua negara untuk memiliki, membuat, atau menguji rudal  yang diluncurkan dengan jangkauan antara 300 hingga 3.400 mil.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.