Bagikan:

Nobel Fisika: 3 Profesor Jepang Ciptakan Lampu LED Lebih Irit Listrik

KBR - Penghargaan Nobel Fisika 2014 diraih 3 profesor asal Jepang. Mereka menciptakan blue light-emitting diodes (LEDs) yang lebih efisien.

INTERNASIONAL

Selasa, 07 Okt 2014 20:15 WIB

Nobel Fisika: 3 Profesor Jepang Ciptakan Lampu LED Lebih Irit Listrik

fisika, nobel

KBR - Penghargaan Nobel Fisika 2014 diraih 3 profesor asal Jepang. Mereka menciptakan blue light-emitting diodes (LEDs) yang lebih efisien.

Mereka adalah Isamu Akasaki, Hiroshi Amano dan Shuji Nakamura. Mereka membuat lampu LED yang sudah dikenal hemat energi, menjadi lebih hemat.

Akasaki yang berusia 85 adalah seorang profesor di Universitas Meijo, Nagoya. Dia seorang profesor terkemuka di Nagoya University. Sejak 1960-an, Akasaki telah meneliti cara-cara untuk mengatasi hambatan yang dihadapi LED yang kinerja tinggi dan laser. Dia pernah menerima hadiah Kyoto 2009 untuk Advanced Technology dan 2011 IEEE Edison Medal.

Amano yang berusia 54 tahun juga seorang profesor di Nagoya University. Sementara Nakamura yang berusia 60 tahun adalah keturunan Jepang-Amerika. Dia seorang profesor di College of Engineering di University of California, Santa Barbara. Nakamura pernah menerima Millennium Technology Prize dan 2009 Harvey Prize. Nakamura juga bekerja pada Green LED. Dia pernah menciptakan LED dan laser biru dengan dioda putih yang digunakan dalam Blu-Ray disc dan DVD HD.

The New York Times melaporkan lampu LED ciptaan mereka mempunyai kekuatan cahaya sebesar 20 kali cahaya lampu pijar biasa.

"Pijar lampu menyala abad ke-20, abad ke-21 akan diterangi oleh lampu LED," kata pihak Royal Swedish Academy of Sciences.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua