5 Alasan Perubahan Iklim Jadi Isu Sosial, Bukan Sekadar Isu Lingkungan

KBR - Sebanyak 400 ribu peserta the People's Climate March berkumpul di Kota New York, Amerika Serikat. Mereka menggalang silidaritas untuk menyadarkan masyarakat dunia soal dampak perubahan iklim.

INTERNASIONAL

Selasa, 07 Okt 2014 20:35 WIB

5 Alasan Perubahan Iklim Jadi Isu Sosial, Bukan Sekadar Isu Lingkungan

lingkungan

KBR - Sebanyak 400 ribu peserta the People's Climate March berkumpul di Kota New York, Amerika Serikat. Mereka menggalang silidaritas untuk menyadarkan masyarakat dunia soal dampak perubahan iklim.

Inti pertemuan itu ingin memberitahu jika isu perubahan iklim itu bukan hanya untuk isu lingkungan saja. Tapi juga untuk isu ekonomi dan sosial.

Dalam buku 'New Climate Economy Report' menjelaskan dampak perubahan iklim dari sisi ekonomi dan permasalahan sosial. Ada 5 alasan mengapa perubahan iklim akan berdampak ke ranah rakyat kecil:

1. Dampak perubahan iklim justru mengincar petani

Petani kecil sudah berjuang untuk mendapatkan harga yang adil untuk barang-barang mereka. Mereka menjaga tanamannya dari cuaca dan ??hama. Mereka juga bersaing dengan sistem pertanian monokultur skala besar untuk bertahan dalam bisnis. Perubahan iklim akan menyusahkan mereka, sebab cuaca jadi tak stabil. Mereka pun akan menjadi miskin.

2. Akan bertambahnya orang miskin di kota, dan makin miskin orang desa

Sebanyak 1 miliar orang masih akan hidup dalam kemiskinan ekstrim pada tahun 2015 dan banyak tergantung pada sumber daya alam sekitar mereka untuk bertahan hidup. Perubahan iklim akan menyeleksi orang-orang di kota dan di desa. Semisal seperti akan datang banjir dan cuaca ekstrim kekeringan.

3. Tidak semua negara bisa beradaptasi dengan perubahan iklim

Banyak negara yang sebenarnya tidak siap dengan ancaman perubahan iklim. Terlebih negara-negara yang menyumbang efek gas rumah kaca. Mereka akan berjuang untuk meningkatkan teknologi dan mengumpulkan keuangan untuk menghadapi perubahan iklim. Yang terparah dan terkena dampak adalah negara-negara yang tergantungan dengan sumber daya alam tak terbaharui.

4. Perempuan, anak-anak dan orangtua akan rentan menjadi korban

5. Masyarakat akan dipaksa untuk pindah tempat



Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7