Polusi Asap, Pemerintah Cina Tutup Jalan Raya

Warga Beijing dan provinsi lain di Cina menghadapi gangguan asap polusi yang sangat serius sejak tiga hari lalu. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan transportasi karena gangguan jarak pandang, pemerintah menutup sejumlah ruas jalan raya.

INTERNASIONAL

Selasa, 08 Okt 2013 07:39 WIB

Author

Irvan Imamsyah

Polusi Asap, Pemerintah Cina Tutup Jalan Raya

polusi asap, cina

KBR68H - Warga Beijing dan provinsi lain di Cina menghadapi gangguan asap polusi yang sangat serius sejak tiga hari lalu. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan transportasi karena gangguan jarak pandang, pemerintah menutup sejumlah ruas jalan raya. 


Badan Meteorologi Cina mengeluarkan peringatan kuning untuk kabut polusi di Beijing dan provinsi tetangganya. Hal ini menunjukan tingkat polusi udara sudah masuk tahap berbahaya. 


Kabut asap mendorong pemerintah untuk menutup jalan raya yang menghubungkan ibukota Cina ke kota-kota Tianjin dan Shanghai, sementara penutupan jalan raya lainnya diperintahkan di provinsi Hebei, tetangga Beijing. Tapi lalu lintas kendaraan di daerah perkotaan Beijing tidak terpengaruh.


Tingkat polusi udara di Beijing melonjak ke tingkat tertinggi pada Sabtu dan Minggu. Ini bertepatan dengan hari libur terakhir di mana ratusan juta penduduknya melakukan perjalanan liburan. 


Media pemerintah Cina juga mengatakan kabut asap memaksa banyak wisatawan untuk menunda kembali ke rumah mereka. Puluhan penerbangan ditunda, dialihkan atau dibatalkan di bandara internasional Beijing pada hari Minggu. 


An, seorang warga Beijing, mengatakan kepada VOA bahwa kabut telah menutupi pemandangan sekitarnya kota. Sementara penduduk lain, Ouyang mengeluhkan efek fisik polusi. 


Kabut asap juga mengganggu final turnamen golf internasional dan turnamen tenis yang digelar di Beijing sejak kemarin. Polusi tak kunjung reda di Cina. Kedutaan Amerika Serikat di Beijing melaporkan kondisi udara yang tidak sehat. Ini merupakan hasil dari pengawasan 167 stasiun pemantauan kualitas udara. (CNA)


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

DPR Minta RUU PKS Dicabut dari Prolegnas Prioritas 2020