Bagikan:

Malala, Korban Kekerasan Taliban Dijagokan Dapat Hadiah Nobel

KBR68H

INTERNASIONAL

Senin, 07 Okt 2013 10:30 WIB

Author

Doddy Rosadi

Malala, Korban Kekerasan Taliban Dijagokan Dapat Hadiah Nobel

malala, nobel, pakistan

KBR68H – Malala Yousafzai, remaja Pakistan yang menjadi korban kekerasan kelompok Taliban, diusulkan untuk meraih penghargaan Nobel. Malala, 16 tahun ditembak di kepala oleh kelompok Taliban pada tahun lalu karena menyuarakan pendidikan untuk kaum perempuan. Dalam pidato di Gedung Perserikatan Bangsa-bangsa, Juli lalu, Malala menyatakan tidak takut dengan teror yang diterimanya.  Menurut dia, teror tersebut tidak akan bisa membuatnya diam.


“Saya menjagokan Malala di posisi paling atas,”kata Kristian Berg Harpviken, Direktur institute penelitian perdamaian PRIO yang mempunyai kantor pusat di Oslo. 


Satu-satunya hambatan bagi Malala untuk bisa meraih penghargaan Nobel adalah usianya. Penerima nobel termuda adalah aktivis Yaman, Tawakkol Karman. Ketika itu, dia menerima penghargaan saat usianya baru 32 tahun. 


Malala kini tinggal di Birmingaham, Inggris dan masih tetap menerima ancaman dari kelompok Taliban. Saingan Malala dalam meraih Nobel adalah penulis Jepang, Haruki Murakami. Dia sangat populer di Jepang berkat bukunya tentang isolasi dan cinta. 


Novel pertamanya yaitu Hear the Wind Song terbit pada 1979. Namun, nama Murakami mulai dikenal di luar Jepang melalui novel Norwegian Wood pada 1987. Novel tersebut bercerita tentang kehilangan dan duka dan diberi judul sama dengan salah satu lagu hits grup musik legedaris the Beatles.


Sejak itu, karya-karya Murakami selalu laris di pasar seperti Sputnik Sweetheart, Kafka on the Shore dan IQ84.  Buku terakhir yaitu IQ84 berhasil dijual sebanyak 1 juta kopi pada bulan pertama sejak dirilis pada 2009.  Sebagian besar novel Murakami bercerita tentang orang yang terisolasi dari dunia. Penyebabnya beragam mulai dari kesepian hingga karena masalah mental dan juga fisik. Pengumuman nama pemenang Oscar akan dilakukan di Oslo, Jumat nanti. (AP)

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih