Ditemukan, Vaksin Pemberantas Meningitis

KBR68H, Washington - Jurnal kesehatan Lancet baru-baru ini menerbitkan berita baik dari hasil penelitian untuk memberantas meningitis.

INTERNASIONAL

Rabu, 09 Okt 2013 08:11 WIB

Author

Eva Mazrieva

Ditemukan, Vaksin Pemberantas Meningitis

meningitis, vaksin, chad

KBR68H, Washington - Jurnal kesehatan Lancet baru-baru ini menerbitkan berita baik dari hasil penelitian untuk memberantas meningitis. Studi itu mendapati vaksin baru yang digunakan di negara Chad menurunkan jumlah penderita meningitis sebesar 94 persen.

Para peneliti menggambarkan vaksin baru itu sebagai vaksin meningitis pertama yang dikembangkan khusus untuk Afrika. Mereka mengatakan vaksin itu “secara dramatis mengurangi” jumlah penderita di Chad dan mencegah penyebaran penyakit itu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan meningitis menjangkiti hampir 500 juta orang setiap tahun di negara-negara Afrika di selatan Gurun Sahara. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian. 

James Stuart adalah guru besar di London School of Hygiene and Tropical Medicine. Dia ikut menulis laporan tentang vaksin baru tersebut, yang dikenal sebagai MenAfriVac. Vaksin ini menarget meningitis tipe-A.
                
Dr. Stuart dan para peneliti lainnya mengamati pengaruh vaksin MenAfriVac pada 1,8 juta orang di tiga wilayah di Chad. Semua penerima vaksin berusia di bawah usia 29 tahun. Penelitian itu berlangsung selagi terjadi wabah meningitis tahun 2012, ketika penyakit itu menjangkiti banyak orang.
                                  
Dr. Stuart mengatakan jumlah  korban meningitis turun di wilayah Chad dimana vaksinasi diberikan. Dia mengatakan MenAfriVac sepenuhnya mencegah meningitis tipe-A di seluruh wilayah yang penduduknya divaksinasi. Tapi penyakit itu terus menyebar di daerah lain yang tidak divaksinasi.

Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat dari orang ke orang lain melalui bakteri yang hidup di tenggorokan. WHO mengatakan lebih dari sejuta penderita meningitis dilaporkan terjadi di Afrika sejak tahun 1988. Jumlah terbanyak penyakit ini terjadi di sub-Sahara Afrika.

Dr. Stuart mengatakan tidak ada vaksin meningitis lainnya yang terbukti semanjur MenAfriVac. Dia mengatakan vaksin ini akan dijual dengan harga kurang dari setengah dollar per orang di Afrika sub-Sahara. Dia juga mengatakan vaksin ini dapat digabungkan dengan berbagai vaksin pencegahan biasa bagi anak-anak.

Para peneliti terus mempelajari pengaruh jangka panjang obat ini, tetapi Dr. Stuart mengatakan belum ditemukan tanda-tanda efek samping yang berbahaya pada orang-orang yang meminumnya. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap