Dilanda Kelaparan, Ulama Suriah Halalkan Makan Anjing

KBR68H- Ulama di Suriah telah mengeluarkan fatwa yang menghalkan daging kucing, anjing dan keledai untuk dikonsumsi. Fatwa ini dikeluarkan menyusul kasus kelaparan dan gizi buruk yang melanda negara itu akibat konflik berkepanjangan.

INTERNASIONAL

Rabu, 16 Okt 2013 12:02 WIB

Author

Suryawijayanti

Dilanda Kelaparan, Ulama Suriah Halalkan Makan Anjing

Kelaparan, Ulama Suriah, halal, Anjing

KBR68H- Ulama di Suriah telah mengeluarkan fatwa  yang menghalkan daging kucing, anjing dan keledai untuk dikonsumsi. Fatwa ini dikeluarkan menyusul kasus kelaparan dan gizi buruk yang melanda negara itu akibat konflik berkepanjangan.

Keputusan itu telah disiarkan masjid-masjid di pinggiran Damaskus. Wilayah ini dikuasai oleh kelompok pemberontak, di mana pemerintah telah memblokir pasokan makanan dan bantuan lainnya. Para ulama menyerukan kepada dunia agar mengulurkan bantuan di tengah kondisi yang terus memburuk.

Seorang ulama di Damaskus selatan mengatakan seorang pria di daerah baru-baru ini makan daging anjing karena putus asa kelaparan.

"Kami mengeluarkan perintah agama yang memungkinkan orang untuk makan anjing dan daging kucing. Bukan karena halal , tetapi karena itu adalah refleksi dari realitas penderitaan ini,"kata Sheikh Saleh al - Khatib, yang telah mogok makan selama sembilan hari .

"Saya mogok karena saya ingin membantu menyelamatkan makanan bagi orang lain,"tegasnya.

Fatwa dikeluarkan bersamaan dengan perayaan Idul Kurban oleh umat Muslim di seluruh dunia. Bagi umat Islam , Idul Adha  adalah waktu bagi anak-anak untuk menerima pakaian baru dan bermain dengan teman-teman setelah berbagi pesta makan dengan keluarga mereka.

Tapi di beberapa daerah di Damaskus, anak-anak telah meninggal akibat gizi buruk. Sementara itu, bantuan obat-obatan menipis, sehingga dokter tak memiliki sarana untuk mengobati pasien mereka. 

"Tentu saja tidak ada lebaran Idul Adha untuk anak-anak di sini. Bagi mereka,  Idul Adha akan datang ketika mereka melihat sepiring nasi dan bulgur,"kata aktivis Abu Malek di Moadamiyet al - Sham.

Sebuah video amatir yang disebarkan oleh para aktivis menggambarkan bagaimana anak-anak di Suriah yang menderita akibat kelaparan. Satu video menunjukkan anak laki-laki bernama Ibrahim Khalil diletakkan di atas tandu. Tulang rusuk dan tulang pipinya menonjol dengan kulit pucat serta lingkaran hitam yang mengelilingi matanya. Video lain menunjukkan seorang gadis dengan dua adiknya yang masih bayi meminta bantuan susu bayi.

Situasi ini sama buruknya untuk anak-anak di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak lainnya di dekat Damaskus .

"Pada hari tertentu di ruang gawat darurat, sekitar empat dari 10 pasien adalah anak-anak kurang gizi. Banyak anak memiliki tekanan darah sangat rendah, kelelahan,npusing," kata Abu Mohammad , seorang dokter yang bekerja di klinik lapangan di Marj.

Dia mengatakan bagian tersulit adalah tidak memiliki peralatan medis yang tepat atau makanan untuk melawan kekurangan gizi .

"Saya mengalami depresi di klinik, karena tidak memiliki apa yang kami butuhkan untuk melawan ini,"katanya.(abc.net.au)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945