Rusia dan Turki Sepakati Zona Demiliterisasi Di Idlib

Saat pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Sochi pada Senin (17/9/2018), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan zona demiliterisasi akan dibangun sejauh 15-20 km.

BERITA , INTERNASIONAL

Selasa, 18 Sep 2018 19:58 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Rusia dan Turki Sepakati Zona Demiliterisasi Di Idlib

Foto: AFP

KBR - Rusia dan Turki sepakat untuk menciptakan zona demiliterisasi di Provinsi Idlib, Suriah. Saat pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Sochi pada Senin (17/9/2018), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan zona demiliterisasi akan dibangun sejauh 15-20 km.

Putin dan Erdogan mengatakan, semua tank, peralatan militer berat, rudal, dan mortir dari seluruh kelompok oposisi akan dipindahkan pada 10 Oktober 2018 mendatang. Dilansir dari CNN (17/9/2018), unit militer Turki dan Rusia bakal berpatroli di daerah itu yang akan mulai beroperasi pada 15 Oktober 2018.

"Rusia dan Turki akan melakukan koordinasi kegiatan patroli di kedua sisi perbatasan di zona demiliterisasi," kata Erdogan dilansir dari CNN.

Melalui kesepakatan tersebut, Erdogan percaya negaranya bersama Turki akan mencegah krisis kemanusiaan besar di Idlib.

"Kami akan mencegah tragedi kemanusiaan yang bisa terjadi sebagai akibat dari tindakan militer," kata Erdogan setelah pembicaraan, dikutip dari AFP.

Kantor berita Rusia melaporkan, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menyatakan perjanjian antara Putin dan Erdogan berarti tidak ada tindakan militer yang bakal terjadi di Idlib.

Pasukan yang didukung Rusia dari rezim Suriah telah berkumpul di sekitar Provinsi Idlib dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini memicu kekhawatiran serangan udara dan darat guna merebut kembali benteng oposisi besar terakhir.

PBB dan organisasi non-pemerintah berulang kali memperingatkan, serangan semacam itu akan mengakibatkan pertumpahan darah dan bencana kemanusiaan di Idlib.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Koalisi Masyarakat Siapkan Strategi Desak Presiden Bentuk TGPF Independen