Share This

Pengatur Tekanan Udara Tak Hidup, Puluhan Penumpang Alami Pendarahan di Pesawat

Pada saat pesawat mencapai 8000 kaki, saklar harus diaktifkan, dan pilot harus memeriksanya

INTERNASIONAL

Jumat, 21 Sep 2018 09:22 WIB

Ilustrasi. Pesawat Jet Airways. (Foto: Sajjad Hussain/AFP/Getty Images)

KBR-Jakarta Sebuah insiden terjadi dalam salah satu penerbagan maskapai Jet Airways, dari Mumbai ke Jaipur, pada Kamis (20/09/2018) pagi waktu setempat. Kru pesawat yang lupa menyalakan sistem pengatur tekanan udara menyebabkan setidaknya 30 orang penumpang mengalami pendarahan di hidung dan telinga.

Pernyataan ini disampaikan oleh Lalit Gupta, Wakil Direktur Jenderal di Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA), dalam Hindustan Times. Gupta mengatakan, insiden tersebut menyebabkan pesawat harus terbang kembali ke Mumbai.

“Penerbangan 9W 697 Mumbai-Jaipur kembali ke Mumbai setelah lepas landas, karena kru lupa menyalakan saklar untuk mengatur tekanan kabin. Ini mengakibatkan masker oksigen jatuh. Tiga puluh dari 166 penumpang mengalami pendarahan hidung dan telinga, beberapa juga mengeluh sakit kepala,” katanya.

Beberapa video yang tersebar di media sosial menunjukkan para penumpang memakai masker oksigen yang otomatis turun dari atas kabin saat tekanan udara berkurang. 

Gupta juga menambahkan, para kru pesawat dalam  penerbangan tersebut dibebaskan dari tugas, menyusul penyelidikan yang akan dilakukan oleh pihak berwenang. Setidaknya 144 penumpang langsung diterbangkan menuju Jaipur menggunakan penerbangan alternatif yang disediakan Jet Airways. Sementara penumpang lainnya memilih untuk terbang di waktu lain. Beberapa diantaranya harus dirujuk ke rumah sakit setelah mendapat perawatan oleh petugas medis bandara.

Ahli penerbangan dan mantan pilot Angkatan Udara Vipul Saxena menjelaskan, saklar pengatur tekanan udara harus tetap diaktifkan, kecuali pesawat harus lepas landas dari landasan pendek atau landasan pacu dari daerah dengan tekanan atmosferik yang tinggi. Dia menambahkan, pada saat pesawat mencapai 8000 kaki, saklar harus diaktifkan, dan pilot harus memeriksanya. 

Insiden semacam ini merupakan yang pertama kali terjadi di India. Namun, dilansir Hindustan Times, tidak ada penumpang yang berencana untuk menuntut maskapai penerbangan secara hukum. Mereka hanya meminta pihak Jet Airways untuk memberikan kompensasi atas insiden terjadi. Pihak penerbangan sendiri juga sudah mengkonfirmasi, dan memberikan kompensasi yang diminta.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.