Netanyahu Tuding Iran Punya Gudang Nuklir Rahasia

Netanyahu mengatakan, Iran telah menarik 15 kilogram bahan radioaktif dari gudang dan menyembunyikannya di Teheran pada bulan lalu.

BERITA | INTERNASIONAL

Jumat, 28 Sep 2018 20:33 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Netanyahu Tuding Iran Punya Gudang Nuklir Rahasia

Foto: REUTERS/Caitlin Ochs

KBR - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyebut Iran memiliki gudang atom rahasia di Teheran. Pernyataan ini ia sampaikan dalam pertemuan Pemimpin Negara di Markas PBB, New York, Kamis (27/9/2018).

Dilansir dari Reuters, dalam pertemuan tersebut Netanyahu menunjukan peta dan foto ibu kota Iran dari udara. Ia menandai gudang rahasia, yang menurut intelijen Israel berisi bahan-bahan berkaitan dengan nuklir, dengan panah merah.

"Saya mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa Iran memiliki fasilitas rahasia lain di Teheran, sebuah gudang atom rahasia untuk menyimpan sejumlah besar peralatan dan peralatan dari program nuklir rahasia Iran," kata Netanyahu.

Seperti yang ditulis Bloomberg, Netanyahu menyebut Iran telah menarik 15 kilogram bahan radioaktif dari gudang dan menyembunyikannya di Teheran pada bulan lalu. Ia juga menambahkan bahwa situs itu berisi 300 ton peralatan dan material yang terkait nuklir.

Ia lantas meminta Badan Energi Atom Internasional untuk segera memeriksa lokasi tersebut dengan menggunakan penghitung Geiger--alat yang mampu mendeteksi radiasi ionisasi. "Alasan Iran tidak menghancurkan arsip atom dan gudang atomnya adalah karena tidak ingin meninggalkan tujuannya untuk mengembangkan senjata nuklir," kata Netanyahu.

"Apa yang disembunyikan Iran, Israel akan temukan," tambahnya.

Iran telah lama membantah bahwa program nuklirnya bertujuan untuk mengembangkan senjata.

Sementara pengawas internasional menyatakan tidak memiliki bukti bahwa Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir setelah 2003. Tetapi Netanyahu berkeras menyatakan, arsip Israel yang ditemukan awal tahun ini menunjukkan Republik Islam itu berencana memulai kembali program senjatanya. Bersamaan ketika pembatasan pengayaan uranium negara itu berakhir dalam beberapa tahun.

Ia menganggap hal tersebut menunjukan bahwa Iran masih berusaha untuk mendapatkan senjata nuklir. Meskipun perjanjian pada 2015 mengekang program nuklir tersebut.

Pernyataan Netanyahu ini empat setengah bulan setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari perjanjian pengekangan program nuklir itu. Alasannya, hal itu kurang mengendalikan ambisi nuklir Teheran dan memicu AS untuk mulai kenakan sanksi ekonomi terhadap Iran kembali.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme