Share This

Bukan Toilet, Tempat Paling Kotor Bandara Ternyata di Area Pemeriksaan Keamanan

Empat dari delapan sampel baki di tempat pemeriksaan keamanan terkontaminasi rhinovirus dan adenovirus yang bisa menyebabkan gejala flu.

BERITA , INTERNASIONAL

Jumat, 07 Sep 2018 15:42 WIB

Baki di tempat pemeriksaan keamanan di bandara menyimban banyak kuman

KBR - Di banyak tempat, toilet dianggap sebagai tempat yang menyimpan kuman paling banyak, dibandingkan tempat lainnya. Namun, penelitian baru yang dilakukan di bandara Helsinki di Finlandia menemukan kalau baki di tempat pemeriksaan keamanan atau TSA (Transportation Security Administration) adalah tempat yang paling kotor dan menyimpan banyak kuman.

Sebaliknya, dilansir dari Washington Post, toilet merupakan tempat yang paling bebas virus di bandara.

Dari 42 sampel yang diambil pada tutup toilet, pada tombol flush, dan pada kunci pintu, tidak ada yang terkontaminasi virus. Menurut para peneliti hal ini terjadi karena seringnya dilakukan pembersihan.

Penelitian ini dilakukan saat puncak musim flu pada 2015-2016 oleh peneliti dari Institusi Nasional untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Finlandia dan juga peneliti dari Universitas Nottingham.

Mereka menulis, frekuensi virus pernafasan tertinggi ternyata ada pada baki plastik yang digunakan di area pengecekan keamanan.

Tingginya volume orang yang bepergian ke dan dari berbagai belahan dunia di bandara memungkinkan kuman yang mereka bawa tertinggal di sana.

Biasanya orang-orang menaruh kunci, dompet, atau ikat pinggang di baki itu sebelum pemeriksaan melewati detektor logam.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMC Infectious Diseases ini, peneliti mencoba untuk menguji tempat yang menyimpan banyak kuman dan sekaligus merupakan tempat penyebaran utama virus.

Dari 90 sampel permukaan yang diteliti, sembilan diantaranya terdeteksi virus pernapasan. Area pemeriksaan keamanan adalah tempat yang paling kotor.

Empat dari delapan sampel baki di tempat pemeriksaan keamanan terkontaminasi rhinovirus dan adenovirus yang bisa menyebabkan gejala flu.

Sampel lainnya yang terdeteksi menyimpan kuman adalah mainan plastik di taman bermain anak-anak, tombol mesin pembayaran (payment terminal) di apotek, pegangan tangga, side table penumpang dan kaca pembatas pada tempat pemeriksaan paspor.

Ditemukan juga virus pernapasan seperti respiratory syncytial virus, coronavirus, serta influenza A dan B.

"Penelitian ini mendukung kasus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bagaimana penyebaran infeksi virus," kata salah satu peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Nottingham, Jonathan Van Tam, dalam sebuah pernyataan.

Para ilmuwan menyarankan untuk rajin mencuci tangan serta menutup hidung dan mulut dengan sapu tangan saat batuk, agar dapat meminimalkan penularan.

Mereka juga menyarankan untuk melakukan pembersihan rutin pada baki-baki di bandara dengan penggunakan lap pembersih ataupun tisu yang mengandung antiseptik.

"Banyak bahan pembersih, tisu rumah tangga (antibakteri) yang juga mengandung anti-virus dapat secara cepat membuat virus influenza menjadi tidak aktif," kata para ilmuwan pada Washington Post.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.