Share This

Larangan Daging Hewan di Mumbai Picu Protes

Yang diperbolehkan hanya pemotongan ikan dan unggas.

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 09 Sep 2015 13:52 WIB

KBR - Kota bisnis Mumbai di India melarang penyembelihan dan penjualan daging selama empat hari dalam bulan ini. Larangan ini disambut para penentangnya dengan membuat tagar Twiter #banistan dan #meatban dan mendesak masyarakat untuk tetap makan daging. 

Menurut Kaleem Pathan, wakil manajer rumah potong hewan kota itu, larangan akan berlangsung mulai Kamis besok meliputi penyembelihan kerbau, kambing dan babi. Yang diperbolehkan hanya pemotongan ikan dan unggas. Sebelumnya mulai Maret ini, negara bagian itu sudah memberlakukan larangan permanen penyembelihan dan penjualan daging sapi. Pelarangan ini digagas komunitas Jain yang meski jumlahnya hanya dua persen dari populasi penduduk negara bagian Maharashtra tapi mereka berkuasa secara finansial. Komunitas ini menganut ajaran tidak boleh melakukan kekerasan terhadap semua makhluk hidup. 

India merupakan eksportir daging sapi terbesar di dunia dan konsumen daging terbesar kelima di dunia. Para penentang larangan ini menyebut selain merugikan penganut agama lain yang makan daging, larangan ini juga mengancam keberlangsungan ribuan lapangan kerja di negara itu. (Reuters)  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.