Share This

Anak Raja Arab Jadi Penyebab Tragedi Mina ?

Seperti yang dilansir dari presstv.com, media berbahasa al-Diyar itu melaporkan Salman ingin menghadiri pertemuan besar peziarah di Mina dengan rombongan besar.

BERITA , INTERNASIONAL

Jumat, 25 Sep 2015 10:16 WIB

Ilustrasi lempar jumrah. (Foto www.kemenag.go.id)

KBR- Salah satu media harian Arab menyebut konvoi anak raja Arab, Mohammad bin Salman Al Saud menjadi penyebab tragedi di Mina. Seperti yang dilansir dari presstv.com, media berbahasa al-Diyar itu melaporkan Salman ingin menghadiri pertemuan besar peziarah di Mina dengan rombongan besar.

Setidaknya 200 tentara dan 150 polisi bertugas mengawalnya. Para pengawal tersebut lantas meminta jemaah haji yang lain untuk menghentikan aktivitasnya. Hal itulah yang akhirnya membuat lalu lintas jemaah haji terhenti dan berdesak-desakan.

Sementara media Lebanon menyebut Salman lantas buru-buru meninggalkan tempat kejadian beserta rombongannya.

Atas informasi ini pemerintah Arab Saudi membantahnya. Menteri Kesehatan Arab, Al Falih justru menyalahkan para jemaah yang tidak mengikuti instruksi petugas. Data menyebut korban akibat tragedi Mina mencapai 1300an orang, di mana 700an orang tewas dan sisanya cedera. (Presstv.com)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.