Rusia Janji Selesaikan Krisis Ukraina Secara Damai

Presiden Rusia, Vladimir Putin bertekad mencari penyelesaian damai krisis di Ukraina. Sementara Amerika sedang menyelesaikan langkah-langkah untuk memperluas sanksi terhadap Rusia karena tindakannya terhadap Ukraina.

INTERNASIONAL

Rabu, 10 Sep 2014 07:36 WIB

Author

Yoni Puspadi

Rusia Janji Selesaikan Krisis Ukraina Secara Damai

ukraina, krimea, rusia

Presiden Rusia, Vladimir Putin bertekad mencari penyelesaian damai krisis di Ukraina. Sementara Amerika sedang menyelesaikan langkah-langkah untuk memperluas sanksi terhadap Rusia karena tindakannya terhadap Ukraina.


Kantor berita Rusia melaporkan Putin berbicara lewat telepon dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko, dan kedua pemimpin memusatkan perhatian guna memperkuat perjanjian gencatan senjata yang dicapai hari Jumat antara Ukraina dan separatis pro Rusia. Laporan itu mengatakan Putin mengkonfirmasi bahwa Rusia siap untuk terus mendukung penyelesaian damai konflik itu.


Sementara itu juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Marie Harf mengatakan negaranya sedang menyelesaikan rumusan-rumusan untuk memperdalam dan memperluas sanksi-sanksi yang ditujukan pada sektor energi, keuangan dan pertahanan Rusia. Ia mengatakan keputusan mengenai sanksi akan didasarkan atas apa yang terjadi di lapangan dalam beberapa hari mendatang.


Para diplomat Uni Eropa akan mempertimbangkan sanksi-sanksi lebih luas terhadap Rusia dalam pertemuan di Brussel hari Rabu.


Pihak berwenang di Rusia dan Ukraina hari Selasa mengatakan, gencatan senjata antara pemerintah Ukraina dan separatis pro Rusia umumnya masih bertahan, meskipun ada beberapa pelanggaran. Sementara itu kedua pihak saling menyampaikan penafsiran yang berbeda mengenai arti perjanjian damai yang mereka tanda tangani minggu lalu bagi masa depan Ukraina timur. (VOA) 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10