Rusia Ingin Tingkatkan Kehadiran Militernya di Krimea

Menteri pertahanan Rusia menghimbau untuk meningkatkan kehadiran militer negara itu di semenanjung Krimea. Sementara pejabat tinggi lainnya menuduh negara-negara barat mendorong dunia ke sebuah perang dingin baru.

INTERNASIONAL

Rabu, 17 Sep 2014 07:46 WIB

Author

Yoni Puspadi

Rusia Ingin Tingkatkan Kehadiran Militernya di Krimea

ukraina, krimea, rusia

Menteri pertahanan Rusia menghimbau untuk meningkatkan kehadiran militer negara itu di semenanjung Krimea. Sementara pejabat tinggi lainnya menuduh negara-negara barat mendorong dunia ke sebuah perang dingin baru.


Menteri pertahanan Sergei Shoigu mengatakan menggelar pasukan yang memadai dan bisa beroperasi sendiri di Krimea yang dianeksasi Rusia dari Ukraina awal tahun ini adalah prioritas utama. Ia mengatakan langkah semacam itu diperlukan karena situasi di Ukraina telah memburuk dengan tajam karena peningkatan kehadiran militer asing  di sekitar perbatasan Rusia.


Militer Amerika saat ini memimpin latihan pasukan penjaga perdamaian di Ukraina barat melibatkan 15 negara. Latihan Rapid Trident, yang berlangsung sampai tanggal 26 September sedang diadakan di Pusat Penjaga Perdamaian dan Keamanan Internasional dekat kota Yavoriv, sekitar 60 kilometer dari kota Lviv di Ukraina barat. 


Menurut Pentagon, sekitar 1300 personil ikut dalam latihan itu termasuk 200 tentara Amerika.


Sementara itu, juru bicara majelis rendah Rusia, Duma menuduh Amerika dan sekutu-sekutunya menjalankan kebijakan yang akan mendorong dunia ke arah perang dingin baru. Sergei Naryshkin mengutip laporan-laporan bahwa negara-negara NATO telah menjanjikan senjata dan peralatan militer kepada Ukraina.


Pejabat NATO mengatakan aliansi tersebut tidak akan mengirim senjata ke Ukraina tapi masing-masing negara mungkin akan melakukannya. (VOA) 


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10