Masjid Ini Promosikan Kesetaraan Gender dan Toleransi

Keputusan Taj Hargey untuk membuka masjidnya bagi kalangan homoseksual dan non-Muslim memicu pro dan kontra di masyarakat Cape Town, Afrika Selatan. Sebagian orangmenghujatnya, tapi ada juga menyebut langkah Hargey itu telah membuka pintu toleransi.

INTERNASIONAL

Rabu, 17 Sep 2014 11:03 WIB

Author

Antonius Eko

Masjid Ini Promosikan Kesetaraan Gender dan Toleransi

masjid, kesetaraan gender

Keputusan Taj Hargey untuk membuka masjidnya bagi kalangan homoseksual dan non-Muslim memicu pro dan kontra di masyarakat Cape Town, Afrika Selatan. Sebagian orangmenghujatnya, tapi ada juga menyebut langkah Hargey itu telah membuka pintu toleransi. 


Hargey menyebut langkah ini untuk menghapus kebohongan yang dibuat oleh manusia terkait Islam dan mempromosikan kesetaraan gender. Masjid ini juga akan mengizinkan perempuan menjadi imam. Hargey menegaskan, laki dan perempuan bisa berdoa bersama-sama. 


“Hanya ada satu pintu masuk di masjid, bukannya dua. Perempuan tak hanya membuat the, tapi bisa juga memimpin doa. Tak ada dalam Quran yang menyebut orang harus sembahyang terpisah. Tak ada aturan bahwa pria dan wanita harus dipisahkan,” katanya. 


Dia menuding banyak tokoh agama yang menjadi mafia teologi dan memonopoli segalanya di komunitas Muslim. 


“Anda sering melihat muslim dengan jenggot panjang, memakai pakaian seperti piyama dan perempuannya harus menutup wajah. Itu tak ada hubungannya dengan Islam. Semua itu hanya berkaitan dengan budaya dan tak ada kaitannya dengan agama saya.” 


Sekretaris Dewan Muslim di Newtown, Maulana Ebrahim Bham mengaku tak tersinggung dengan langkah itu. Menurutnya, langkah Taj Hargey untuk memperkenalkan aspek berbeda dalam agama bukan hal yang baru. 


Menurutnya, Hargey punya hak menerapkan aspek yang berbeda itu, namun dia tak boleh memaksa orang lain untuk mengikutinya. Ditanya mengenai keputusan  Hargay membuka masjid untuk non-Muslim, Bham menilai langkah itu tak bertentangan dengan Islam. 


“Saya tak pernah melihat orang berdiri di gerbang masjid dan berteriak ‘anda telah berdosa, jadi tak boleh masuk ke sini’. Itu tak pernah terjadi,” tambahnya. (ewn) 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pidato Jokowi Visi Indonesia Tak Ramah HAM

News Beat