Kisah Rapper Jerman Bergabung ke ISIS

KBR - Kehidupan Denis Cuspert terbilang sukses saat menjadi seorang rapper di Jerman. Bahkan dia cukup di kenal seantero Eropa.

INTERNASIONAL

Jumat, 19 Sep 2014 18:49 WIB

Kisah Rapper Jerman Bergabung ke ISIS

rapper jerman, ISIS

KBR - Kehidupan Denis Cuspert terbilang sukses saat menjadi seorang rapper di Jerman. Bahkan dia cukup di kenal seantero Eropa.

Hanya saja di media, tiba-tiba muncul jika Cuspert bergabung ke kelompok radikal Negara Islam Irak Suriah atau ISIS. Setelah itu dia mengganti namanya Abu Thalhah Jerman. Bahkan menyebut dirinya sebagai khalifah.

Cuspert, yang saat ini berusia 38 tahun itu pernah terluka parah dalam serangan udara 2013 lalu. Namun dia selamat karena bantuan dari kelompok ISIS. Karena itu juga Cuspert memandang ISIS sebagai organisasi 'perjuangan'.

Cuspert adalah anak dari seorang Jerman dan Ghana. Ibunya yang keturunan Jerman membesarkan Cuspert di Berlin. Sejak kecil Cuspert memang bercita-cita menjadi rapper. Akhirnya, dia sukses.

Cuspert sudah pensiun menjadi Rapper sejak 2010 setelah kecelakaan mobil. Sejak itu, Cuspert mencari jati diri dan mendalami islam.

"Aku adalah orang berdosa. Aku hidup dalam dosa sebelum saya beralih ke Islam. Dikelilingi oleh musik, obat-obatan, alkohol dan wanita," katanya Cuspert dalam pengakuannya di video.

Juru Bicara Intelijen Jerman, Elke Altmüller bercerita, saat ini ISIS memang tengah banyak mengrekrut anggota dari Eropa. Itu untuk menyebarkan propaganda jika ISIS merupakan kelompok yang membela kebenaran, bukan jahat.

Kata dia, ISIS banyak merekrut orang-orang dari kalangan yang tidak terduga, terutama dunia hiburan. Sehingga media banyak menyorot kelompok yang sudah membunuh beberapa wartawan itu.

Intelijen Jerman mencatat ada 400 militan ISIS yang berasal dari Jerman. Mereka berperang secara langsung dengan memegang senjata di Suriah. Dari 400 orang itu, 10 persen di antaranya menjadi Muslim.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi