Iran Ragu Komitmen AS Bisa Serius Perangi ISIS

KBR - Iran menyatakan ragu dengan komitmen dan kemampuan Amerika Serikat untuk memerangi kelompok militan ISIS di Irak. Iran juga memberikan peringatan serius terhadap ISIS.

INTERNASIONAL

Kamis, 18 Sep 2014 14:17 WIB

Iran Ragu Komitmen AS Bisa Serius Perangi ISIS

ISIS, iran, irak, suriah

KBR - Iran menyatakan ragu dengan komitmen dan kemampuan Amerika Serikat untuk memerangi kelompok militan ISIS di Irak. Iran juga memberikan peringatan serius terhadap ISIS.

ISIS, dikatakan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, adalah kelompok yang kuat dan sulit dibasmi. Sehingga ISIS ini benar-benar sebagai ancaman global.

"ISIS adalah sebuah organisasi yang terus bergerak. Sehingga ini bukan ancaman terhadap komunitas tunggal atau ancaman terhadap satu daerah pun. Itu tidak terbatas pada Suriah, dan tidak akan terbatas ke Irak. Ini adalah ancaman global," jelas Zanif seperti dilansir AP, Kamis (18/9).

Untuk diketahui, hubungan Iran dan AS memang tengah renggan. Sebab AS masih menuduh Iran tengah mengembangkan program nuklir.

Iran menjadi negara pertama yang memberikan bantuan untuk Irak dalam menanggulangi ISIS di perbatasan Suriah. Sementara negara lain adalah Perancis. Perancis ingin mengakhiri konflik ISIS di Suriah dan Irak lewat jalur konferensi internasional di Paris.

Hanya saja Iran memberikan masukan jika untuk memerangi ISIS tidak perlu menggunakan pendekatan militerisme. Dia juga mengkritik langkah Amerika Serikat melalui Presiden Barack Obama yang mengirimkan serangan udara ke Irak.

"Itu tidak akan diberantas melalui pemboman udara," jelas dia.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi