Ulama Muslim Kenya: Aksi Kelompok Teroris Tak Ada Hubungan dengan Agama

KBR68H, Washington - Lima hari telah berlalu sejak sekelompok orang bersenjata melancarkan serangannya di pusat perbelanjaan Westgate . Lebih dari 60 warga sipil tewas, termasuk perempuan dan anak-anak , dan hampir 200 orang cedera.

INTERNASIONAL

Jumat, 27 Sep 2013 08:56 WIB

Author

Nurviana Mubtadi

Ulama Muslim Kenya: Aksi Kelompok Teroris Tak Ada Hubungan dengan Agama

teroris, kenya, penyanderaan, muslim

KBR68H, Washington - Lima hari telah berlalu  sejak sekelompok orang bersenjata melancarkan serangannya di pusat perbelanjaan Westgate. Lebih dari 60 warga sipil tewas, termasuk perempuan dan anak-anak , dan hampir 200 orang cedera.

Kelompok militan al-Shabab yang terkait Al- Qaida mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan menyebutnya, pembalasan atas pembunuhan  terhadap warga Muslim dalam operasi militer Kenya di Somalia.

Namun, di luar masjid Jumia, tempat yang tenang di tengah-tengah distrik yang ramai di pusat Nairobi, ulama Islam Abdullahi Galkayo mengatakan tujuan-tujuan teroris tidak ada hubungannya dengan agama.

“Apakah Anda tahu Islam ? Islam adalah damai. Nama Islam itu sendiri adalah kedamaian. Kita seharusnya tidak membunuh bahkan serangga sekalipun. Dalam agama Islam, kalau kita membunuh seseorang,  maka kita sudah membunuh seluruh dunia,”kata Galkayo.

Galkayo mengatakan kalau tujuan teroris  adalah memecah belah rakyat Kenya maka mereka telah gagal .

“Negara ini adalah negara yang indah. Saya minta kepada  orang yang melakukan serangan di Westgate, coba lakukan sekarang. Kami waspada, dan semua orang Kenya kami minta agar waspada,”ujarnya.

Saksi yang berhasil lolos dari mal setelah  serangan dilancarkan Sabtu lalu mengatakan para penyerang berusaha  memisahkan Muslim dari kerumunan itu dan membiarkan mereka pergi.

Tapi orang-orang di masjid Jumia mengatakan mereka mengetahui umat Islam yang tewas dan terluka dalam serangan itu.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta dalam pidato terbuka mengatakan tersangka telah ditangkap tapi nama-namanya belum diumumkan.

Sementara itu warga Kenya mulai merasa frustrasi dengan kurangnya informasi tentang serangan itu. Insinyur Ahmed Agil mengatakan banyak pertanyaan yang harus dijawab.

“Pertanyaannya adalah berapa banyak orang-orang ini ? Kita masih belum tahu. Bagaimana mereka bisa berhasil masuk? Mengapa diperlukan waktu yang begitu lama ? "

Pemerintah mengatakan penyidik sedang menyelidiki tempat kejadian, dan akan melakukan analisa forensik untuk menentukan siapa sebenarnya yang terlibat dalam serangan itu, dan mengidentifikasi korban yang masih terkubur di reruntuhan .

Menurut Palang Merah , lebih dari 60 orang telah dilaporkan hilang dan teman-teman mereka khawatir mereka mungkin berada di dalam mal itu. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18